Debut Gemilang Toneelfest Malang: Kolaborasi Lintas Generasi
- 28 Jul 2026 20:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Untuk pertama kalinya, Komunitas Toneelstuk yang diprakarsai oleh Teater Kata menggelar festival teater musikal bertajuk Toneelfest 2026. Acara yang berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026 di Gedung Kesenian Gajayana Kota Malang ini sukses menyedot antusiasme warga, bahkan menarik perhatian seniman senior hingga generasi muda Gen Z. Mengusung pertunjukan utama berjudul "Rikala Pagebluk", festival ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga refleksi mendalam pasca-pandemi.
Toneelfest merupakan pentas produksi perdana Komunitas Toneelstuk yang dirancang sebagai acara tahunan. Dalam satu acara ini, panitia menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang komprehensif, mulai dari bazar yang bisa dinikmati pengunjung, berbagai pementasan teater, pementasan utama, hingga sarasehan bersama pelaku seni. Melalui ragam kegiatan tersebut, Toneelfest berupaya menghadirkan pentas seni yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Nadine, Asisten Sutradara Toneelfest, menjelaskan bahwa judul "Rikala Pagebluk" diambil dari bahasa Jawa yang berarti "mencerminkan keadaan saat wabah". Namun, pesan utamanya melampaui konteks pandemi Corona.
"Ini tentang bagaimana manusia bisa menyelaraskan diri kembali dengan dunia. Agar tidak ada yang merasa terpisah, baik dari dirinya sendiri maupun orang lain," ujar Nadine di sela-sela acara.

Keunikan Toneelfest terletak pada kolaborasinya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Festival ini diselenggarakan oleh Toneelstuk yang terdiri dari orang-orang berkomitmen melalui proses formal pemrakarsa, dengan melibatkan pelajar, seniman muda, komunitas seni, dan berbagai pihak yang mendukung perkembangan seni pertunjukan di Malang dan Provinsi Jawa Timur secara umum.
Strategi reach out aktif ke berbagai komunitas seni berhasil menciptakan panggung yang inklusif. Panitia terdiri dari beragam usia, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga profesional berusia 30-an tahun. Hal ini diapresiasi oleh para pendiri seni teater lama di Malang yang merasa senang adanya ruang baru yang lebih "nge-Gen Z".
Mengapa Toneelfest Diadakan?
Di tengah banyaknya pilihan hiburan saat ini, Toneelfest hadir dengan misi menghadirkan kembali seni pertunjukan dengan unsur budaya lokal melalui teater musikal agar lebih dekat dan relevan dengan penonton masa kini. Festival ini utamanya membawa memoar yang familiar dengan kita semua, yaitu pengalaman bersama menghadapi Covid-19.
Respon penonton pun luar biasa. Amel, penonton asal Malang, mengaku terkesima dengan kualitas pertunjukan. "Awalnya diajak teman, tapi ternyata seru banget. Para pemainnya keren, apalagi pas adegan hantunya datang, serem tapi bagus!" katanya.
Senada dengan Amel, Iko yang berasal dari Tangerang dan baru pertama kali menonton teater musikal skala besar, memberikan pujian tinggi. "Musiknya gokil banget! Jujur nggak nyangka sebagus itu. Ini pengalaman pertama saya dan sangat berkesan," ungkap Iko.

Meski mendapat banyak pujian, panitia terbuka terhadap masukan. Beberapa penonton seperti Iko memberikan catatan konstruktif terkait teknis pencahayaan (lighting) dan suara (sound system) yang sempat terputus di beberapa momen, serta keterlambatan durasi (timing) dari rundown. Masukan ini akan menjadi evaluasi penting untuk penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya.
Dengan kesuksesan debut ini, Toneelfest yang direncanakan menjadi agenda tahunan berharap dapat terus menghidupkan ekosistem seni teater di Kota Malang dan Jawa Timur, serta berupaya dalam menggerakkan pemajuan seni pertunjukan secara berkelanjutan.(DWI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....