Kolaborasi Bang Wetan Perkuat Pelestarian Aksara Kawi menuju Pengakuan UNESCO
- 05 Jul 2026 09:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Upaya pelestarian Aksara Kawi terus bergulir. Sejalan dengan komitmen Kementerian Kebudayaan yang memprioritaskan pengusulan Aksara Kawi ke UNESCO melalui skema Urgent Safeguarding List dan Joint Nomination, Kolaborasi Bang Wetan menggelar Srawung Budaya Aksara Kawi di Gedung Malang Creative Center (MCC), Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi para pegiat budaya asal Malang yang didampingi Anggota DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta
Dalam pertemuan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Aksara Kawi menjadi salah satu warisan budaya yang layak diprioritaskan untuk diajukan ke UNESCO.
"Aksara Kawi termasuk yang perlu kami prioritaskan untuk diajukan ke UNESCO melalui skema Urgent Safeguarding List dan Joint Nomination," ujar Fadli Zon.
Senada dengan itu, La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai Aksara Kawi memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena banyak ditemukan pada prasasti, lontar, maupun berbagai benda cagar budaya.
"Dari pembacaan dan penafsiran teks Aksara Kawi di berbagai benda bersejarah, banyak nilai-nilai warisan leluhur yang dapat kita pahami. Karena itu, pelestariannya harus menjadi perhatian bersama," kata La Nyalla.
Srawung Budaya Aksara Kawi tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pelestarian Aksara Kawi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kolaborasi Bang Wetan sendiri merupakan gabungan enam paguyuban, yakni Masyarakat Adat Nusantara (MATRA), Joglo Pawiyatan Aksara dan Budaya Kota Batu, Rumah Pawiyatan Aksara Singhasari, Mukti Laku, Pelestari Purbakala Budaya Indonesia (PPBI), serta Satria Lelaku Nusantara.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak merumuskan langkah-langkah konkret agar Aksara Kawi semakin dikenal, dipelajari, dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Koordinator Kolaborasi Bang Wetan, Achmad Muhtarom, menegaskan bahwa pelestarian Aksara Kawi tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan mampu menjawab tantangan era digital.
"Pelestarian Aksara Kawi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, media, dunia pendidikan, dan masyarakat luas agar warisan ini tetap hidup serta relevan di era digital," ujar Achmad Muhtarom.
Ia menambahkan, Srawung Budaya Aksara Kawi diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai kerja sama strategis, mulai dari penguatan literasi, riset, digitalisasi manuskrip, pengembangan font nasional Aksara Kawi, hingga inovasi berbasis teknologi.
"Harapan kami, forum ini melahirkan kolaborasi nyata untuk memperkuat pelestarian Aksara Kawi melalui riset, digitalisasi manuskrip, pengembangan font nasional, serta inovasi berbasis teknologi sehingga warisan budaya ini semakin dikenal generasi mendatang," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....