Wonosantri, Gerakan Anak Muda yang Menjaga Hutan Lereng Arjuno

  • 15 Jun 2026 13:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah kondisi meningkatnya isu lingkungan dan perubahan iklim, komunitas Wonosantri hadir sebagai gerakan anak muda yang berfokus pada pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat. Organisasi yang berdiri sejak tahun 2020 ini berangkat dari keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin panas, berkurangnya debit sumber air, hingga ancaman bencana yang semakin sering terjadi. Menurut Co-Founder WonoSantri, M. Ali Machrus, gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa masyarakat tidak bisa hanya menunggu pihak lain bergerak. “Kalau kita diam-diam terus sampai kapan? Ya sudah, kita gerak saja sebisanya, nanam-nanam seperti itu agar ketika tidak ada bencana, itu jadi pahala,” ujarnya dalam program SPADA Programa 2 Malang, Minggu (14/6/2026).

Dalam menjalankan misinya, Wonosantri memiliki berbagai program yang berfokus pada konservasi lingkungan. Kegiatan utamanya adalah penanaman pohon di kawasan lereng Gunung Arjuno, Kabupaten Malang, perawatan tanaman, hingga pemulihan kawasan hutan yang mengalami penurunan kualitas lingkungan. Sejak 2021, komunitas ini telah menanam puluhan ribu bibit pohon melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, perusahaan, hingga komunitas lingkungan. Tak hanya menanam, mereka juga memastikan pohon-pohon tersebut terus dirawat dan diganti jika ada yang mati.

Selain program konservasi, Wonosantri juga mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya kopi dengan produk unggulan Kopi Le Mar. Dengan mengelola kawasan hutan sosial seluas 133 hektare, mereka mengajak para petani menanam kopi secara berkelanjutan di bawah tegakan pohon hutan melalui sistem Wana-tani (Agroforestri). Menurut Ali, pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan aspek ekologis dan ekonomi. “Kalau kita menanam saja dapat pahala dan udara bersih, tapi masyarakat juga butuh hidup. Jadi ekologis dan ekonomisnya harus seimbang,” jelasnya.

Program lain yang dijalankan adalah edukasi lingkungan kepada masyarakat, pelajar, hingga kelompok tani. WonoSantri aktif mengajak masyarakat melakukan aksi sederhana seperti menanam pohon, membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga sumber air di sekitar tempat tinggal. Mereka juga membuka ruang kolaborasi bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan.

Melalui berbagai program tersebut, Wonosantri memiliki tujuan besar untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat di masa depan. Ali berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi krisis lingkungan. “Menjaga sungai, hutan, dan lingkungan itu bukan hanya untuk menjaga alamnya saja, tapi menjaga kelangsungan kehidupan kita ke depannya,” tuturnya. Dengan semangat gotong royong dan aksi nyata, Wonosantri ingin membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....