Merawat Tradisi Budaya lewat Ruwatan
- 24 Jun 2026 18:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, tradisi ruwatan masih tetap hidup dan menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna. Bukan sekadar ritual adat, ruwatan merupakan simbol penyucian diri, doa keselamatan, serta upaya manusia untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi ini telah dikenal sejak masa Jawa kuno dan berkembang melalui berbagai bentuk pertunjukan budaya, terutama wayang kulit dengan lakon Murwakala.
Secara filosofi, kata "ruwat" berasal dari bahasa Jawa yang berarti membebaskan atau melepaskan seseorang dari berbagai hal yang dianggap dapat menghambat keselamatan dan ketenteraman hidup. Dalam tradisi Jawa, ruwatan dimaknai sebagai ikhtiar lahir dan batin untuk membersihkan diri dari berbagai energi negatif, sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang lebih harmonis.
Sejarah ruwatan erat kaitannya dengan kisah Batara Kala dalam lakon Murwakala yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam pertunjukan wayang ruwatan. Namun seiring perkembangan zaman, makna ruwatan tidak lagi dipahami semata sebagai ritual tolak bala, melainkan sebagai media refleksi diri, pelestarian budaya, dan penguatan nilai - nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya bangsa kepada masyarakat, LPP RRI Malang akan menggelar Ruwatan Massal dan Pagelaran Wayang Kulit pada 5 Juli 2026 di Auditorium RRI Malang. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mengenalkan kembali nilai - nilai luhur budaya Jawa kepada generasi muda sekaligus memperkuat fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang turut berperan dalam pelestarian budaya nasional.

Dra. Nurdiana, Ketua Panitia Ruwatan LPP RRI Malang menyampaikan bahwa kegiatan ruwatan bukan hanya menghadirkan sebuah tradisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat.
"Ruwatan merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai filosofi sangat dalam. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memahami bahwa budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. RRI sebagai media publik memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang bagi pelestarian budaya bangsa," ujar Dian, sapaan akrabnya, Rabu (24/6/2026).
Pagelaran ruwatan LPP RRI Malang mengandung pesan tentang pentingnya manusia menjaga keseimbangan hidup. Hakikat ruwatan untuk mengingatkan manusia agar selalu melakukan introspeksi diri. Diharapkan setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, menjaga harmoni dengan lingkungan, serta memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai - nilai inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Selain prosesi ruwatan, masyarakat juga akan disuguhkan pagelaran wayang kulit yang mengangkat nilai - nilai kearifan lokal dan filosofi kehidupan Jawa. Melalui kegiatan ini, RRI Malang berharap budaya tradisional tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan yang memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat luas.
Event pelestarian budaya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya Nusantara, sekaligus membuktikan bahwa tradisi leluhur tetap relevan sebagai sumber nilai kebijaksanaan di tengah kehidupan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....