Hari Anak Nasional, RRI Malang Perkuat Nilai Luhur lewat Budaya Tradisi

  • 18 Jul 2026 13:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, RRI Pro 4 Malang menggelar program Obrolan Budaya bertajuk "Menanamkan Nilai Luhur pada Anak Melalui Budaya dan Tradisi" pada Jumat (17/7/2026). Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Abyz Wigati, S.Psi (Konselor Anak dan Keluarga), KRT. Eko Agus Susilo, S.Sos., M.Si (Dosen dan Budayawan), serta Dewi Mora Rizkiana, S.TP., M.Pd (Pendongeng dari PPMI).

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya memperkenalkan budaya kepada anak sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya digital.

Abyz Wigati menekankan bahwa pendekatan yang menyenangkan menjadi kunci agar anak tidak merasa asing dengan budaya. Menurutnya, proses mengenalkan budaya harus dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak sehingga mereka merasa nyaman untuk belajar.

"Metode yang menyenangkan akan sangat membantu anak merasa nyaman dan memahami perilaku sehari-hari. Jangan sampai anak merasa bahwa budaya itu tidak cocok untuk dirinya. Budaya harus dikenalkan dengan cara yang ramah, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak," jelas Abyz.

Sementara itu, KRT. Eko Agus Susilo mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan permainan tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya. Ia menilai, permainan tradisional yang dahulu akrab dengan kehidupan anak kini mulai tergeser oleh permainan digital.

"Budaya harus dikenalkan pada momen-momen istimewa, seperti peringatan hari besar atau Hari Anak Nasional. Permainan tradisional seperti gobak sodor, patok lele, dan kelereng kini kalah bersaing dengan game modern. Sudah saatnya kita uri-uri kembali kearifan lokal dengan menghadirkan permainan-permainan tersebut melalui berbagai kegiatan, misalnya perlombaan saat peringatan Hari Kemerdekaan atau acara masyarakat lainnya," ujar Eko.

Menurutnya, pengalaman langsung bermain bersama akan membuat anak lebih mudah mengenal nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Di sisi lain, Dewi Mora Rizkiana menegaskan bahwa mendongeng menjadi salah satu media yang efektif dalam menanamkan karakter dan nilai budaya kepada anak. Cerita yang disampaikan secara menarik mampu membangun imajinasi sekaligus mengenalkan nilai-nilai luhur tanpa kesan menggurui.

"Dongeng merupakan cara yang menyenangkan untuk mengenalkan budaya kepada anak. Melalui cerita, anak dapat belajar tentang sopan santun, kejujuran, gotong royong, serta menghargai warisan budaya. Ketika budaya disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, anak akan lebih mudah mencintai dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari," ungkap Dewi Mora.

Momentum Hari Anak Nasional diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi ajang untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter anak.

Dengan mengenalkan budaya melalui permainan tradisional, dongeng, serta metode pembelajaran yang menyenangkan, diharapkan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jati diri, mencintai budaya bangsa, dan mampu menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....