Guru Tari Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni lewat Teknologi
- 24 Jun 2026 11:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Guru tari, Nowo Setyo Rini, S.Pd., menilai perkembangan teknologi dan media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap seni tari tradisional. Menurutnya, pelaku seni dan pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar seni budaya tetap diminati.
Rini mengatakan, seorang guru tari dituntut untuk terus belajar dan memperbarui materi pembelajaran. Hal tersebut penting agar metode pengajaran tetap relevan dengan perkembangan tren yang digemari peserta didik.
"Kita harus mengikuti zaman. Saya sendiri ketika mencari materi tari juga harus terus belajar. Kalau hanya mengajarkan hal-hal yang lama, bisa saja ditinggalkan oleh anak-anak," ujarnya kepada RRI dalam Obrolan Budaya, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan berbagai perlombaan tari saat ini turut mendorong munculnya kreativitas dalam penyajian tari tradisional. Meski tetap berpegang pada pakem dan karakter asli tarian, sejumlah modifikasi dapat dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan dan minat generasi muda.
Menurutnya, media sosial memiliki pengaruh besar dalam memperkenalkan seni tari kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Berbagai konten tari tradisional yang dikemas secara menarik terbukti mampu meningkatkan ketertarikan terhadap seni budaya daerah.
"Konten tari tradisional di media sosial sangat berpengaruh. Itu bisa menambah ketertarikan anak-anak terhadap seni dan budaya," katanya.
Rini juga menerapkan pendekatan tersebut kepada para siswanya. Setelah mengikuti pertunjukan atau pementasan, ia mengajak mereka membuat konten media sosial yang menampilkan gerakan-gerakan tari tradisional maupun tari daerah.
Hasilnya, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka lebih tertarik ketika seni tari dikemas dalam format yang dekat dengan keseharian mereka di era digital.
Sebagai contoh, beberapa gerakan menarik dari tari tradisional Banyuwangi dapat diangkat menjadi konten pendek yang mudah diakses dan dibagikan melalui berbagai platform media sosial.
"Kadang hanya penggalan gerakan yang menarik saja yang ditampilkan dalam konten. Dari situ muncul rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk mempelajari tari tersebut lebih jauh," ujarnya.
Rini menegaskan bahwa teknologi tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi pelestarian budaya. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan edukasi untuk memperkenalkan seni tradisional kepada generasi yang lebih luas.
"Kita tidak bisa lepas dari teknologi. Yang penting bagaimana teknologi itu dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian seni dan budaya," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....