Busana Khas Kota Malang Terkini, Tim Perumus Jelaskan Proses dan Filosofinya

  • 13 Apr 2026 16:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Diluncurkan bertepatan HUT ke 112 pada 1 April 2026 lalu, Kota Malang memiliki baju khas terkini. Bagaimana proses perumusan, desain, hingga filosofi busana khas Malang? Tim perumus baju khas Malang menjelaskan bahwa penyusunannya melalui kajian panjang dan melibatkan berbagai pihak.

Anggota Tim Pengurus Busana Khas Malang, Agus Sunandar, mengungkapkan proses perancangan telah dimulai sejak 2024 melalui Forum Group Discussion (FGD) yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bersama berbagai stakeholder.

“Proses ini sudah berlangsung cukup lama, dimulai dari FGD sejak 2024, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Dewan Kesenian Malang dan berbagai lapisan masyarakat,” terangnya dalam program Halo RRI, Senin 13 April 2026.

Agus menjelaskan, tim perumus terdiri dari unsur budayawan, seniman, akademisi, hingga pemerintah, di antaranya Dwi Inggil sebagai budayawan, perwakilan Dewan Kesenian Malang, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Menurut dosen yang juga fashion designer ini, dalam proses desain, tim melakukan pendalaman literasi dengan mengkaji sejarah, budaya, hingga referensi busana masa lalu, termasuk koleksi yang ada di museum.

“Kami melakukan riset, membaca literasi, melihat referensi busana lama, termasuk yang ada di Museum Panji, untuk menjadi sumber inspirasi,” jelas Agus.

Dari kajian tersebut, tim kemudian mengembangkan konsep busana dengan pendekatan historis dan kultural yang merepresentasikan identitas Kota Malang.

“Kami membuat mood board, storyboard, hingga kerangka desain berdasarkan kajian sejarah dan budaya Malang dari masa ke masa,” katanya.

Salah satu anggota tim pengurus busana Kota Malang tersebut menambahkan, kekhasan busana Malang terletak pada perpaduan unsur lokal dengan sejarah kota, seperti penggunaan motif batik khas Malang serta simbol-simbol daerah.

“Motif seperti tugu, teratai, hingga kawung kami angkat sebagai representasi nilai-nilai lokal Malang yang dikombinasikan dengan pendekatan desain yang relevan dengan masa kini,” terang Agus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....