Data Kemenkes Ungkap Tantangan Kesehatan Mental Remaja

  • 06 Okt 2026 15:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Data Kementerian Kesehatan menunjukkan gejala kecemasan dan depresi ditemukan pada sebagian remaja Indonesia setelah menjalani skrining kesehatan gratis. Program kesehatan gratis 2025-2026 ini telah menyaring sekitar 7 juta anak usia 15 hingga 19 tahun di berbagai daerah nasional.

“Dari jumlah ini, sekitar 4,4 persen atau 338 ribu anak menunjukkan gejala kecemasan berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan pemerintah. Sementara itu, sebanyak 4,8 persen anak menunjukkan gejala depresi, menggambarkan tantangan kesehatan mental remaja yang perlu mendapat perhatian serius bersama. Kondisi kesehatan mental ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ekspektasi keluarga dan masyarakat hingga ketidakpastian ekonomi yang terasa saat ini. Mahalnya biaya hidup, sulit memperoleh pekerjaan sesuai harapan, serta persaingan kerja tidak sehat turut memperbesar tekanan yang dirasakan remaja saat ini,” ujar Ustadzah Dra. Choirulil Fatih,M.A. - PD Aisyiyah Kota Malang, dalam Mutiara Pagi Pro1 RRI Malang, Senin (05/10/2026).

Selain itu, rasa pesimis terhadap kondisi ekonomi masa depan dapat membuat anak merasa khawatir menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Budaya harus sukses juga dinilai memperkuat tekanan karena kehidupan modern sering menampilkan keberhasilan sebagai sesuatu yang harus dicapai dengan cepat.

Akibatnya, sebagian anak merasa harus selalu produktif dan khawatir dianggap gagal ketika pencapaian mereka tidak sesuai harapan lingkungan maupun masyarakat. Tekanan ini kemudian dapat memunculkan kecemasan, perasaan galau, serta kekhawatiran berlebihan dalam menghadapi tuntutan kehidupan sehari-hari mereka di masa depan.

“Karena itu, persoalan kesehatan mental remaja tidak dapat hanya dilihat sebagai masalah pribadi, tetapi juga dipengaruhi lingkungan sosial mereka sehari-hari. Keluarga dan masyarakat perlu memahami tekanan yang dialami anak agar dukungan diberikan tanpa menambah tuntutan berlebihan kepada mereka secara berlebihan. Pendekatan keagamaan juga menjadi salah satu jalan keluar yang disampaikan, dengan mengingatkan pentingnya tawakal kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Surah At-Talaq ayat 2 mengingatkan bahwa siapa pun yang bertakwa kepada Allah akan dibukakan jalan keluar dari setiap kesulitan mereka” ungkapnya.

Ayat ini juga menyampaikan bahwa Allah memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi mereka yang menjalankan ketakwaan dengan sungguh. Selain jalan keluar, Surah At-Talaq ayat 3 menegaskan bahwa siapa yang bertawakal kepada Allah akan dicukupkan segala keperluannya dalam kehidupan.

Pesan ini dapat menjadi penguatan spiritual bagi anak yang menghadapi kecemasan, tekanan sosial, maupun kekhawatiran masa depan mereka secara tenang. Upaya menjaga kesehatan mental remaja membutuhkan perhatian bersama, dukungan keluarga, lingkungan yang sehat, serta penguatan spiritual secara berkelanjutan dan konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....