Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan Perspektif Islam
- 06 Okt 2026 08:53 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Perempuan memiliki ruang yang luas untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan, baik melalui keluarga, lingkungan masyarakat, pendidikan, ekonomi maupun kehidupan sosial. Dalam perspektif Islam, perempuan dan laki-laki memiliki tanggung jawab masing-masing dan dapat bekerja sama dalam menghadirkan kebaikan. Ustazah Dra. Sukanah, M.Ag., Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang, mengatakan kesempatan untuk berkontribusi perlu dibuka seluas-luasnya agar ilmu, kepedulian dan potensi perempuan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Sukanah, Islam memandang laki-laki dan perempuan sebagai mitra dalam kebaikan. Hal ini antara lain ditegaskan dalam QS At-Taubah ayat 71, bahwa orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian menjadi penolong bagi sebagian yang lain dalam menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. “Mereka saling menjadi penolong, pelindung dan pendukung dalam kebaikan, bukan saling bersaing. Keduanya sama-sama bertanggung jawab untuk kebaikan,” jelasnya dalam Mutiara Pagi, Sabtu (3/10/2026).
Ia juga menekankan bahwa kesempatan untuk beramal saleh tidak dibatasi oleh jenis kelamin. QS An-Nahl ayat 97 menjelaskan bahwa laki-laki maupun perempuan yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan mendapatkan kehidupan yang baik serta balasan atas amalnya. Karena itu, perempuan yang bekerja dengan jujur dan menjalankan aktivitas dengan baik tetap memiliki nilai ibadah. “Jangan berhenti berbuat baik hanya karena orang lain tidak melihat, karena Allah Maha Melihat dan mencatat. Perbuatan baik tidak akan hilang,” tutur Sukanah.
Dalam pembangunan sumber daya manusia, perempuan juga memiliki peran penting sebagai pendidik generasi. Sebelum mengenal sekolah dan guru, anak terlebih dahulu mengenal rumah dan orang tuanya. Karena itu, keluarga menjadi tempat pendidikan yang sangat menentukan pembentukan karakter anak. Menurut Sukanah, ayah dan ibu perlu menjadi mitra dalam memahami potensi serta bakat yang dimiliki anak dan mengarahkannya agar berkembang secara positif.
Kontribusi perempuan juga dapat diwujudkan melalui bidang ekonomi dan kegiatan sosial. Perempuan dapat mengembangkan hobi menjadi kegiatan yang menghasilkan, tetapi tetap harus menjaga kejujuran, kehalalan dan kebermanfaatan. Keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil yang diperoleh, tetapi juga dari kebaikan yang lahir dari apa yang dimiliki. Di tengah kesibukan tersebut, perempuan juga diingatkan untuk tetap memperhatikan keluarga. “Berikan seratus persen dalam pekerjaan dan seratus persen untuk keluarga,” ungkapnya.
Di lingkungan sosial, perempuan banyak terlibat dalam kegiatan pendidikan anak, parenting, pengajian, membantu lansia, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sukanah mengingatkan agar kontribusi tersebut tidak melahirkan sikap merasa paling berjasa. Nilai ukhuwah dan kerja sama tetap menjadi bagian penting. Menurutnya, kebaikan sekecil apa pun tidak boleh diremehkan karena seseorang tidak pernah tahu amal mana yang akan menjadi catatan besar di hadapan Allah. “Hidup bukan untuk diri sendiri, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....