Amal Kecil yang Istikamah Menjadi Bekal menuju Akhirat

  • 18 Jul 2026 13:01 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Bekal yang dipersiapkan manusia selama hidup di dunia akan menjadi penentu kehidupan di akhirat. Pesan tersebut disampaikan Nur Cholis dalam tausiyah Cahyaning Ati yang disiarkan Pro 4 RRI Malang, Jumat (17/7/2026). Mengangkat tema "Amal Kecil yang Menghantarkan ke Surga", ia mengajak umat Islam untuk tidak meremehkan setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, karena seluruh perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

Untuk menggambarkan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat, Ustaz Nur Cholis menyampaikan sebuah kisah tentang seorang raja yang memerintahkan tiga menterinya mengisi kantong dengan buah-buahan dari kebun istana. Menteri pertama menjalankan amanah dengan memilih buah terbaik, menteri kedua mengisi kantong dengan buah seadanya, sedangkan menteri ketiga hanya memasukkan rumput, kayu, dan arang agar kantong tampak penuh.

Keesokan harinya, raja tidak memeriksa isi kantong tersebut, melainkan memerintahkan ketiganya dipenjara selama satu bulan tanpa makanan dan minuman selain bekal yang mereka bawa. Menteri pertama mampu bertahan hidup berkat buah yang dibawanya, menteri kedua keluar dalam kondisi lemah karena buahnya tidak layak dikonsumsi, sementara menteri ketiga meninggal karena tidak memiliki makanan sama sekali.

“Dunia ini ibarat kebun tempat kita mengumpulkan bekal. Apa yang kita bawa dari dunia itulah yang akan kita nikmati di kehidupan akhirat nanti,” ujar Ustaz Nur Cholis.

Ia menjelaskan, pesan tersebut selaras dengan firman Allah Swt. dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7–8 yang menegaskan bahwa setiap kebaikan maupun keburukan sebesar zarrah akan memperoleh balasan. Rasulullah saw., lanjutnya, juga mengajarkan bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian.

Selama masih diberikan kesempatan hidup, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, seperti salat, berdzikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan berbagai bentuk ibadah lainnya sebagai bekal menuju akhirat.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Nur Cholis juga menekankan pentingnya istiqamah dalam beramal. Menurutnya, amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit, lebih dicintai Allah dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Membaca Al-Qur'an satu lembar setiap hari lebih baik daripada membaca banyak tetapi tidak istiqamah,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan agar tidak meremehkan amal-amal sederhana, seperti memberikan senyuman yang tulus kepada sesama, menyingkirkan gangguan dari jalan, memperbanyak dzikir, serta bersedekah meskipun hanya dengan setengah butir kurma.

Ustaz Nur Cholis juga mencontohkan hadis tentang seorang perempuan yang memperoleh ampunan Allah karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai besar di sisi Allah.

Di akhir kajian, ia mengajak masyarakat memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik selama masih diberi umur. Menurutnya, yang menentukan nilai sebuah amal bukanlah besar atau kecilnya, melainkan keikhlasan dan konsistensi dalam menjalankannya.

“Jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun. Bisa jadi amal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah itulah yang menjadi sebab datangnya rahmat Allah serta mengantarkan kita menuju surga,” pungkasnya. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....