Bahaya Penyakit Hati yang Bisa Menghapus Amal Kebaikan
- 29 Sep 2026 15:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Penyakit hati menjadi salah satu bahaya yang perlu diwaspadai karena dapat merusak kehidupan spiritual dan menghapus kebaikan yang telah dilakukan seseorang. Penyakit hati tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi dapat muncul melalui sifat dan perilaku sehari-hari, seperti hasad, riya, sum'ah, takabur, ujub, suuzan, terlalu mencintai dunia, hingga bakhil. Ustaz Rosyad mengingatkan pentingnya setiap orang mengenali kondisi hatinya dan berusaha mengobatinya sebelum sifat-sifat tersebut semakin menguasai diri.
Menurut Ustaz Rosyad, hasad atau dengki merupakan salah satu penyakit hati yang berbahaya. Hasad muncul ketika seseorang merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat, bahkan berharap kebahagiaan tersebut hilang. “Hasad itu perasaan tidak suka, benci melihat orang lain mendapatkan nikmat dan berharap nikmat atau kebahagiaan yang didapat orang lain itu hilang,” jelasnya dalam Mutiara Pagi RRI Malang pada Selasa (29/9/2026). Ia menambahkan, hasad dapat muncul ketika seseorang merasa senang melihat orang lain jatuh, mengalami musibah, atau berusaha menjatuhkan kebahagiaan orang lain melalui fitnah.
Ia menjelaskan, hasad berbeda dengan iri yang masih dapat diarahkan kepada hal positif. Seseorang dapat merasa iri terhadap orang yang memiliki ilmu dan kemudian terdorong untuk belajar serta melakukan kebaikan yang sama, tanpa berharap kenikmatan orang tersebut hilang. Selain hasad, penyakit hati juga dapat berbentuk riya dan sum'ah, yakni melakukan atau memperlihatkan amal agar mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain. “Riya itu melakukan kebaikan agar dilihat dan dipuji orang lain, sedangkan sum'ah adalah memperdengarkan amalan agar orang lain mendengarnya,” kata Ustaz Rosyad.
Penyakit hati lainnya adalah takabur dan ujub. Takabur membuat seseorang merasa lebih hebat, menolak kebenaran, serta meremehkan orang lain. Sementara itu, ujub membuat seseorang terlalu membanggakan amal dan kebaikan dirinya sendiri hingga merasa sudah menjadi orang baik dan saleh. Ustaz Rosyad mengingatkan bahwa perasaan paling benar juga dapat membuat seseorang sulit menerima nasihat.
Selain itu, suuzan atau buruk sangka, hubbudunya atau kecintaan berlebihan terhadap kesenangan dunia, serta bakhil atau kikir juga perlu diwaspadai. Menurut Ustaz Rosyad, kecintaan terhadap dunia perlu ditempatkan secara seimbang agar tidak membuat seseorang melupakan kehidupan akhirat. Demikian pula dengan harta, yang seharusnya tidak membuat seseorang enggan membantu orang lain yang membutuhkan. “Kalau kita sakit secara fisik, kita khawatir dan berobat. Maka kita juga harus khawatir ketika merasa memiliki penyakit hati dan berusaha mengobatinya,” tuturnya.
Untuk menjaga hati, Ustaz Rosyad mengajak umat Islam memperbanyak doa, melakukan muhasabah atau introspeksi diri, serta kembali menata niat dalam setiap ibadah. Upaya tersebut dapat dilengkapi dengan tadabur Al-Qur'an, memperbanyak zikir dan istigfar, serta menghiasi diri dengan amal terpuji, keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur. Mendengarkan tausiah juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengingatkan dan membersihkan hati. Dengan mengenali penyakit hati sejak dini, seseorang diharapkan dapat memperbaiki diri dan menjaga amal kebaikannya agar tetap bernilai di hadapan Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....