Empat Hal yang Membuat Hati Menjadi Gelap Menurut Islam

  • 22 Jun 2026 12:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Hati dalam pandangan Islam menjadi pusat dari baik dan buruknya perilaku manusia. Ketika hati bersih, maka amal perbuatan akan mengikuti kebaikan. Namun ketika hati mulai gelap, manusia mudah terjerumus pada kelalaian. Hal ini disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang bersama Ustadzah Hj. Dewi Latifah yang menguraikan empat penyebab utama gelapnya hati.

Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah kebiasaan makan yang berlebihan. Menurut Ustadzah Dewi, perilaku ini dapat membuat seseorang kehilangan kontrol diri dan perlahan menjauh dari ketenangan batin. Ia menegaskan pentingnya menjaga ukuran makan agar tidak melampaui batas kebutuhan.

“Kalau sudah kenyang, cukuplah. Jangan berlebihan ketika makan,” ujar Ustadzah Hj. Dewi Latifah, Minggu (21/6/2026).

Selain itu, lingkungan pergaulan juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi hati seseorang. Seseorang yang berada di lingkungan yang tidak baik cenderung akan terbawa pada kebiasaan yang sama. Sebaliknya, lingkungan yang saleh akan menjadi penguat iman dan penjaga akhlak.

“Baik dan buruk dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan teman,” ungkapnya.

Faktor ketiga adalah kelalaian dalam mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukan. Ketika seseorang merasa tidak pernah salah, hati akan menjadi keras dan sulit menerima nasihat. Karena itu, istighfar menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim sebagai bentuk kesadaran diri dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

“Jangan cuek, jangan merasa hidup selamanya. Perbanyak istighfar,” pesannya.

Adapun faktor terakhir adalah angan-angan yang terlalu jauh dan tidak terkontrol. Cita-cita memang diperbolehkan, namun ketika seseorang larut dalam khayalan yang berlebihan, ia bisa kehilangan arah hidup yang sebenarnya.

“Sebaik-baik perkara adalah yang sedang-sedang saja. Jangan terlalu larut dalam angan,” tambahnya.

Melalui penjelasan ini, umat diingatkan kembali bahwa menjaga hati adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....