Tips Cegah Burnout di tengah Tekanan Kerja
- 09 Sep 2026 09:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang– Tuntutan pekerjaan, target dan tekanan dari lingkungan kerja dapat menjadi pemicu stres apabila berlangsung tanpa pengelolaan yang baik. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut berisiko berkembang menjadi burnout yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas pekerja.
Psikolog sekaligus Mentor CastleRock Indonesia, Meyke Kriegenbergh, S.Psi., CHRM., mengatakan burnout ditandai dengan kelelahan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus. Karena itu, pekerja perlu mengenali batas kemampuan diri dan tidak mengabaikan kebutuhan untuk beristirahat.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah burnout:
| Baca juga: Keimanan Diuji oleh Hal yang Tampak Sepele |
1. Kenali batas kemampuan diri
Jangan memaksakan diri menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Kenali kapasitas dan atur pekerjaan berdasarkan tingkat prioritas.
2. Atur waktu istirahat
Istirahat bukan berarti berhenti bekerja tanpa alasan. Tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memulihkan energi agar dapat kembali bekerja dengan lebih baik.
3. Komunikasikan beban kerja
Jika pekerjaan sudah terasa terlalu berat, komunikasikan kondisi tersebut kepada atasan atau pihak yang dapat membantu. Komunikasi dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi terhadap beban kerja.
4. Pisahkan waktu kerja dan waktu pribadi
Ketika memungkinkan, berikan batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Waktu di luar pekerjaan dapat dimanfaatkan untuk beristirahat maupun melakukan aktivitas yang menyenangkan.
5. Bangun support system
Jangan menghadapi tekanan seorang diri. Berbicara dengan teman, keluarga atau orang yang dipercaya dapat membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
6. Jangan abaikan tanda-tanda kelelahan
Ketika rasa lelah dan tekanan mulai berlangsung terus-menerus, jangan menganggapnya sebagai hal yang harus selalu ditahan. Mengenali kondisi sejak awal dapat membantu mencegah masalah menjadi semakin berat.
Meyke menekankan, burnout bukan sekadar persoalan seseorang tidak ingin bekerja. Kelelahan ekstrem yang berlangsung terus-menerus perlu menjadi perhatian, terlebih ketika mulai memengaruhi perilaku dan kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan mengenali batas diri, menjaga waktu istirahat dan membangun komunikasi yang baik di lingkungan kerja, pekerja diharapkan dapat mengelola tekanan dengan lebih sehat tanpa mengabaikan kebutuhan fisik maupun mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....