Daging Bakar Memang Menggugah Selera, tapi Perhatikan Risiko Kesehatannya
- 26 Mei 2026 13:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Aroma khas dari sate yang mengipasi bara api atau potongan barbeque yang mendesis di atas panggangan selalu sukses menggugah selera. Tak heran, menu daging bakar kerap menjadi primadona dan pilihan favorit keluarga, terutama saat momen perayaan seperti Hari Raya Iduladha.
Namun, di balik kelezatannya yang menggoda, proses pembakaran daging ternyata menyimpan risiko tersendiri bagi tubuh jika tidak dilakukan dengan benar.
Praktisi Kesehatan, Muhammad Ainurrohman, S.KM., mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengolah daging bakar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.
Membedah Risiko di Balik Nikmatnya Daging Bakar
Menurut Muhammad Ainurrohman, setidaknya ada tiga risiko utama yang perlu diwaspadai saat kita mengonsumsi daging yang dibakar secara sembarangan:
1. Terbentuknya Senyawa Pemicu Penyakit
Ketika daging dibakar terlalu lama hingga berwarna hitam atau gosong, terjadi reaksi kimia yang membentuk senyawa berbahaya bernama heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).
"Senyawa ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbahaya jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang," jelas Ainurrohman mengutip studi literatur (Dutta et al., 2022).
2. Ancaman Lemak Jenuh yang Tetap Tinggi
Banyak orang sengaja membiarkan bagian lemak tetap menempel demi mendapatkan tekstur yang gurih. Sayangnya, jika bagian lemak tidak dipotong sebelum dibakar, kandungan lemak jenuh pada daging akan tetap tinggi. Lebih buruk lagi, lemak yang meleleh dan menetes ke bara api akan menghasilkan asap pekat. Asap inilah yang membawa zat-zat berbahaya naik dan menempel kembali ke permukaan daging.
3. Lonjakan Tekanan Darah (Hipertensi)
Sate atau barbeque rasanya kurang lengkap tanpa siraman saus kental atau bumbu pelengkap. Namun, bumbu instan dan saus kemasan biasanya tinggi akan kandungan natrium (garam). Jika dikonsumsi berlebihan, kombinasi daging dan saus ini siap memicu kenaikan tekanan darah Anda.
Tips Mengolah Daging Bakar yang Lebih Sehat dan Aman
Meski memiliki sejumlah risiko, bukan berarti Anda harus mencoret sate dan barbeque dari daftar menu favorit. Ainurrohman membagikan rahasia dan teknik membakar daging yang lebih aman agar esensi "makan enak tetap sehat" bisa tercapai:
- Mainkan Tempo Api: Gunakan api kecil atau sedang agar daging dapat matang secara perlahan dan merata hingga ke bagian dalam.
- Pantau dan Bolak-balik: Jangan biarkan daging diam terlalu lama di atas panggangan. Bolak-balik daging secara rutin untuk mencegahnya hangus.
- Singkirkan Bagian Hitam: Sebisa mungkin hindari membakar daging hingga gosong. Jika ada bagian yang terlanjur hitam, sebaiknya dipotong dan tidak dikonsumsi.
- Pangkas Lemak Sejak Awal: Bersihkan dan potong bagian lemak yang berlebih pada daging sebelum Anda mulai menusuk atau memanggangnya.
- Beralih ke Bumbu Alami: Manfaatkan rempah-rempah alami untuk memarinasi daging. Kurangi penggunaan margarin berlebih atau saus instan yang tinggi gula dan natrium.
Kesimpulan
Menikmati kuliner legendaris seperti sate tentu sah-sah saja. Kuncinya terletak pada kepedulian kita saat proses pengolahannya. Dengan menerapkan teknik membakar yang tepat dan higienis, kelezatan daging bakar tetap bisa dinikmati bersama keluarga tercinta tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang. (Dwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....