Hikmah Surat Maryam Ayat 25, Umat Islam Diminta Senantiasa Berikhtiar

  • 02 Sep 2026 10:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang –Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berusaha dan tidak hanya berpangku tangan dalam menjalani kehidupan. Ikhtiar menjadi bagian penting sebelum seseorang menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Abdul Aziz, S.Ag., dalam acara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Rabu (2/9/2026) pagi.

“Manusia diwajibkan untuk senantiasa berusaha, apalagi bagi umat Islam. Hal ini terkandung dalam kisah hikmah Surat Maryam ayat 25,” katanya.

Pembicara dari Yayasan Yatim Kota Malang tersebut kemudian menjelaskan kandungan Surat Maryam ayat 25 yang menceritakan kondisi Maryam binti Imran setelah melahirkan Nabi Isa AS.

Allah SWT berfirman:

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

Artinya:

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.”

Menurut Ustaz Abdul Aziz, kisah tersebut menunjukkan bahwa pertolongan Allah SWT datang bersamaan dengan ikhtiar manusia.

Dalam kondisi yang sangat berat, Maryam berada seorang diri setelah melahirkan. Ia menghadapi rasa sakit, kelaparan, serta tekanan batin akibat kekhawatiran terhadap tuduhan masyarakat. Namun, dalam kondisi tersebut Allah SWT tetap memerintahkannya untuk melakukan sebuah usaha, yakni menggoyangkan pangkal pohon kurma agar buahnya jatuh dan dapat dimakan.

“Allah Maha Kuasa untuk menjatuhkan buah kurma tanpa Maryam harus menggoyangkan pohonnya. Tetapi Allah memberikan pelajaran kepada manusia bahwa kita harus mengambil sebab atau berikhtiar sebelum mendapatkan hasil,” jelasnya.

Ia menambahkan, kisah tersebut setidaknya memberikan sejumlah pelajaran penting dalam kehidupan.

Pertama, tawakal bukan berarti berhenti berusaha. Menurutnya, manusia tetap memiliki kewajiban untuk melakukan ikhtiar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Sekecil apa pun usaha manusia, jika dilakukan dengan kepatuhan kepada Allah, insyaallah akan menjadi jalan datangnya pertolongan,” ujarnya.

Kedua, Allah SWT tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Perintah kepada Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma menjadi gambaran bahwa manusia diperintahkan untuk bergerak dan berusaha sesuai dengan kemampuannya.

Maryam tidak diperintahkan untuk memanjat ataupun merobohkan pohon kurma tersebut. Ia hanya diminta melakukan apa yang mampu dilakukannya.

“Manusia tugasnya bergerak dan melangkah. Adapun hasil akhirnya merupakan hak Allah SWT,” katanya.

Ustaz Abdul Aziz juga menyoroti kurma yang disebut secara khusus dalam ayat tersebut. Maryam diperintahkan untuk menikmati buah kurma segar atau ruthab setelah melahirkan.

Kurma diketahui mengandung gula alami, kalium, dan sejumlah zat gizi yang dapat menjadi sumber energi. Karena itu, kurma juga dikenal sebagai salah satu makanan yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan energi, termasuk bagi ibu setelah melahirkan.

Namun, menurutnya, hal terpenting dari kisah tersebut bukan semata-mata mengenai buah kurma, melainkan pesan tentang pentingnya usaha dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Di akhir penyampaiannya, Ustaz Abdul Aziz kembali mengingatkan umat Islam agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kita sebagai umat Islam diwajibkan untuk senantiasa berusaha. Soal hasilnya, kita berserah kepada Allah SWT,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....