Kelicikan Orang Munafik Sulit Dideteksi dari Luar

  • 24 Agt 2026 12:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Kelicikan orang munafik menjadi salah satu persoalan yang sulit dikenali karena sikap yang ditampilkan di luar tidak selalu mencerminkan apa yang tersimpan di dalam hati. Mereka dapat terlihat seperti orang beriman, tetapi menyembunyikan niat, kepentingan, bahkan sikap yang bertentangan dengan keimanannya. Kondisi inilah yang membuat kemunafikan menjadi lebih sulit dideteksi dibandingkan permusuhan yang ditunjukkan secara terang-terangan.

Ustadz Drs. H. Rosyad, M.Si atau Ustadz Rosyad menjelaskan, kemunafikan mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur'an, bahkan terdapat Surah Al-Munafiqun yang membahas karakter dan perilaku orang munafik. “Munafik itu orang yang culas, curang,” ujar Ustadz Rosyad.

Menurut Ustadz Rosyad dalam Mutiara Pagi Bersama RRI Malang pada Selasa (4/8/2026), orang munafik berada dalam posisi yang sulit dikenali karena secara lahiriah dapat menampilkan diri sebagai seorang Muslim, sementara kekafiran atau niat buruknya disembunyikan. Dalam Islam, seseorang tidak bisa begitu saja dihukumi berdasarkan sesuatu yang hanya tersimpan di dalam hati. Penilaian lebih didasarkan pada apa yang tampak melalui ucapan dan perbuatannya.

Ia menjelaskan, dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW terdapat pihak-pihak yang memusuhi Islam dengan latar belakang berbeda. Kaum Quraisy Makkah, misalnya, disebut memiliki kekhawatiran kehilangan kepemimpinan dan berusaha mempertahankan kekuasaan. Sementara sebagian Yahudi Madinah menyimpan kedengkian karena mengharapkan nabi terakhir berasal dari kelompok mereka. “Golongan ketiga ini susah dideteksi, karena menyembunyikan kekafirannya dan berpura-pura menjadi orang Muslim,” jelasnya.

Kelicikan orang munafik juga dapat terlihat dari ketidaksesuaian antara ucapan, hati, dan tindakan. Ustadz Rosyad menyebut beberapa cirinya, seperti berdusta, mengingkari janji ketika kepentingannya telah tercapai, serta berkhianat ketika mendapatkan kepercayaan. Mereka juga dapat menggunakan tipu daya dan janji palsu untuk menghalangi orang lain agar tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Karena itu, Ustadz Rosyad mengingatkan agar pembahasan mengenai kemunafikan tidak digunakan untuk mudah menuduh orang lain sebagai munafik. Justru, ciri-ciri tersebut perlu menjadi bahan introspeksi agar setiap Muslim menjaga kejujuran, menepati janji, dan menjalankan amanah. “Kalau dipercaya dia khianat, tidak amanah terhadap apa yang sudah diberikan,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....