Empat Induk Kehidupan, Kunci Muslim Meraih Keberkahan

  • 14 Jul 2026 15:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Meraih kehidupan yang sehat, tenteram, dan penuh keberkahan bukan hanya ditentukan oleh banyaknya harta maupun tingginya jabatan. Dalam pandangan Islam, terdapat prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi agar setiap langkah seorang muslim senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Ustadzah Hj. Dewi Latifah dalam Mutiara Pagi RRI Malang menyampaikan tentang empat induk kehidupan, yakni induk obat, induk tata adab, induk ibadah, dan induk harapan. Keempatnya menjadi pedoman sederhana, namun memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jasmani, kebersihan hati, kualitas ibadah, hingga keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Umi Latifah menjelaskan bahwa induk obat dimulai dari kebiasaan mengendalikan makan. Menurutnya, tubuh akan lebih sehat ketika seseorang tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan dan membiasakan diri berpuasa. Selain menjaga kesehatan fisik, umat Islam juga diingatkan agar memperhatikan kehalalan makanan yang dikonsumsi. Sebab, makanan yang berasal dari sesuatu yang haram dapat memengaruhi karakter seseorang, mengeraskan hati, hingga menjadi penghalang terkabulnya doa. "Rasulullah mengajarkan, makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jangan hanya mencari makanan yang enak, tetapi pastikan juga halal karena makanan yang haram bisa memengaruhi sifat seseorang, membuat hati menjadi keras, malas beribadah, bahkan doa menjadi sulit dikabulkan," ujarnya pada Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa induk tata adab adalah membiasakan diri untuk sedikit berbicara dan memperbanyak mengingat Allah SWT melalui zikir. Menurutnya, banyak persoalan dalam kehidupan muncul karena seseorang tidak mampu menjaga lisannya. Perkataan yang berupa amarah, ghibah, fitnah, maupun kebohongan bukan hanya menyakiti orang lain, tetapi juga mengurangi pahala amal ibadah yang telah dilakukan. "Kalau tidak ada manfaatnya, lebih baik diam atau perbanyak zikir seperti Hasbunallah wa ni'mal wakil. Jangan sampai pahala ibadah yang kita kumpulkan justru diberikan kepada orang yang kita gosipkan karena kita tidak menjaga lisan," tuturnya.

Sementara itu, pada induk ibadah, Umi Latifah mengajak umat Islam untuk terus mengurangi dosa dan menjadikan iman sebagai pegangan utama dalam menjalani kehidupan. Ia menegaskan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi juga dari cara memperolehnya. Harta yang berasal dari jalan yang tidak halal, menurutnya, akan mengalir kepada hal-hal yang tidak membawa manfaat dan jauh dari keberkahan. "Sedikit demi sedikit kurangi maksiat karena dosa akan menjauhkan kita dari Allah. Rezeki yang diperoleh dari jalan haram juga akan membawa kita pada pengeluaran yang tidak baik dan akhirnya keberkahannya hilang," jelasnya.

Adapun induk harapan adalah memiliki cita-cita dan impian, namun tetap dibarengi dengan kesabaran dalam menunggu ketetapan Allah SWT. Umi Latifah mengingatkan bahwa setiap manusia diperbolehkan memiliki harapan yang tinggi, tetapi tidak boleh tergesa-gesa ketika hasil yang diinginkan belum datang. Kesabaran menjadi kunci agar seseorang tetap istiqamah dalam berikhtiar tanpa kehilangan kepercayaan kepada Allah. "Silakan memiliki cita-cita setinggi apa pun, tetapi harus sabar menanti. Untuk urusan dunia, jangan terlalu mengejarnya dengan berlebihan. Tetaplah berusaha, berdoa, dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT," pungkasnya.

Melalui empat prinsip tersebut, Umi Latifah berharap umat Islam mampu membangun kehidupan yang lebih baik dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga pola makan, mengendalikan lisan, menjauhi dosa, hingga melatih kesabaran dalam setiap ikhtiar. Menurutnya, apabila empat induk kehidupan ini diamalkan secara konsisten, bukan hanya kesehatan fisik yang diperoleh, tetapi juga ketenangan batin, keberkahan rezeki, serta kualitas ibadah yang semakin baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....