Merawat Bumi sebagai Amanah Keagamaan dalam Islam
- 24 Agt 2026 13:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Menjaga kelestarian bumi merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Ustaz Abdul Mughni dalam tausiyah Cahyaning Ati di RRI Pro 4 Malang, Minggu (23/8/2026). Kajian tersebut mengangkat tema “Merawat Bumi Bagian dari Ibadah.”
Ustaz Abdul Mughni menjelaskan, Islam memiliki pandangan yang erat terhadap persoalan lingkungan melalui konsep ekoteologi. Konsep tersebut menghubungkan kepedulian terhadap alam dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga menjaga lingkungan tidak hanya dipandang sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Menurutnya, manusia memiliki kedudukan sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Kedudukan tersebut mengandung amanah untuk menjaga kehidupan dan tidak melakukan kerusakan. Karena itu, manusia harus mampu memanfaatkan alam secara bijak dan tetap mempertimbangkan keberlangsungan kehidupan.
“Manusia sebagai khalifah mempunyai amanah untuk menjaga bumi, bukan justru mengeksploitasi dan merusaknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, alam diciptakan Allah SWT untuk memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, pemanfaatan tersebut tidak berarti manusia dapat mengambil sumber daya secara berlebihan. Menurutnya, keseimbangan dalam menggunakan sumber daya alam menjadi hal penting agar lingkungan tetap terjaga untuk kehidupan saat ini maupun generasi mendatang.
Pesan tersebut juga diperkuat dengan QS. Al-A’raf ayat 56 yang mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Ustaz Abdul Mughni menilai ayat tersebut relevan dengan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, sehingga umat Islam perlu menjadikannya sebagai bahan refleksi dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Abdul Mughni mengajak masyarakat untuk memahami bahwa merawat bumi merupakan bentuk menjalankan amanah Allah SWT. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi gerakan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang dilandasi keimanan dan kesadaran sebagai khalifah di muka bumi. (Belgistaniko )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....