Maulid Nabi Jadi Momentum Bersyukur dan Meneladani Rasulullah
- 24 Agt 2026 12:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026 menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan kehidupannya dalam keseharian. Maulid Nabi tahun ini bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Bagi Ustadzah Dewi Latifah atau yang akrab disapa Umi Latifah, peringatan Maulid tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa syukur dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Menurut Umi Latifah, salah satu hikmah utama memperingati Maulid Nabi adalah mensyukuri nikmat Allah SWT karena telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Kehadiran Rasulullah menjadi rahmat sekaligus membawa tuntunan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan. “Kita bersyukur kepada Allah karena Allah telah menciptakan dan mengutus Nabi Muhammad SAW. Karena melalui Rasulullah, kita mendapatkan petunjuk bagaimana menjalani kehidupan dengan benar,” ujar Umi Latifah dalam Mutiara Pagi RRI Malang pada Minggu (23/8/2026).
Rasa syukur tersebut juga dapat diwujudkan dengan menyadari posisi umat Islam yang hidup pada zaman ketika tidak pernah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW. Meski tidak pernah melihat beliau maupun menyaksikan mukjizatnya secara langsung, umat Islam tetap beriman dan mencintai Rasulullah. “Kita ini tidak pernah bertemu Rasulullah, tidak melihat mukjizat beliau, tetapi kita percaya dan beriman kepada beliau. Ini menjadi sesuatu yang patut kita syukuri, karena kita bisa mencintai Rasulullah meskipun tidak pernah bertemu secara langsung,” kata Umi Latifah.
Hikmah berikutnya adalah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan ibadah. Menurut Umi Latifah, kecintaan kepada Rasulullah seharusnya terlihat dari upaya mengikuti kebiasaan dan ajaran beliau, salah satunya menjaga salat. Rasulullah memberikan perhatian besar terhadap salat dan salat berjamaah. Karena itu, momentum Maulid dapat menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya memperbanyak shalawat dan mengenang sejarah Rasulullah, tetapi juga memperbaiki kualitas ibadah masing-masing.
| Baca juga: Tiga Cara Allah Menguji Hamba-Nya |
Selain persoalan ibadah, kehidupan Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam membangun keluarga. Umi Latifah mengingatkan bahwa Rasulullah adalah sosok yang tidak hanya menjadi teladan dalam hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga dalam hubungan dengan pasangan dan keluarga. Kehidupan rumah tangga beliau menunjukkan pentingnya kasih sayang, perhatian, komunikasi, penghargaan, dan kemesraan antara suami dan istri. “Kita juga harus belajar dari bagaimana Rasulullah memperlakukan istrinya. Rumah tangga Rasulullah itu ada kasih sayang, ada kemesraan, ada perhatian. Jadi, jangan sampai kita hanya tahu Rasulullah sebagai pemimpin umat, tetapi tidak tahu bagaimana beliau menjadi suami dan bagian dari keluarga,” tuturnya.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi diri. Kecintaan kepada Rasulullah dapat dibuktikan melalui perubahan perilaku, mulai dari memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, mempererat hubungan keluarga, hingga menerapkan nilai-nilai kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat. “Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka cinta itu harus terlihat dalam perilaku kita. Jangan hanya diucapkan, tetapi mari kita berusaha meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Umi Latifah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....