Maulid Nabi dan Kemerdekaan, Momentum Memperkuat Akhlak Bangsa Indonesia
- 21 Agt 2026 17:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad yang beriringan dengan semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan Ustadz Nurcholis, SE, dalam tausiyah Cahyaning Ati bertema “Cahaya Maulid hingga Semangat Kemerdekaan: Merdeka dengan Akhlak, Bersatu untuk Indonesia”, Jumat (21/8/2026)
Ustadz Nurcholis menjelaskan bahwa Maulid Nabi tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Peringatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk meneladani perjuangan, keteguhan, serta akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu nilai penting yang disampaikan adalah keberanian untuk berhijrah dan berubah. Hijrah Rasulullah dari Makkah menuju Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan bagian dari perjuangan untuk menyelamatkan agama sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Menurut Ustadz Nurcholis, semangat hijrah tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Hijrah dapat dimaknai sebagai proses meninggalkan kebiasaan buruk dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun kehidupan berbangsa.
Perubahan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana. Masyarakat diajak meninggalkan kemalasan menuju kesungguhan, kebohongan menuju kejujuran, kebencian menuju kasih sayang, serta perpecahan menuju persatuan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar.
Semangat tersebut juga berkaitan dengan perjuangan mengisi kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dengan ilmu, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Ustadz Nurcholis menegaskan bahwa generasi saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan para pahlawan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, maka saat ini perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, pekerjaan yang jujur, kepedulian sosial, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Hijrah masa kini adalah keberanian untuk memperbaiki diri dan meninggalkan sesuatu yang dapat merusak kehidupan,” ujar Ustadz Nurcholis dalam kajian tersebut.
Peringatan Maulid Nabi dan Hari Kemerdekaan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus melakukan perubahan positif. Dengan semangat hijrah dan keteladanan Rasulullah, kemerdekaan Indonesia dapat diisi dengan perilaku yang mencerminkan iman, tanggung jawab, dan akhlak mulia. ( Belgistaniko )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....