KKN MAs Kelompok 96 Dampingi UMKM Suwaluhan Kenal Pembayaran Digital

  • 14 Agt 2026 21:13 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang -Perubahan menuju era digital tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 96 dengan mengenalkan pemanfaatan teknologi kepada pelaku UMKM di Dusun Suwaluhan, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembuatan QRIS serta banner usaha, mahasiswa KKN MAs Kelompok 96 berupaya membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026).

Pendampingan dilakukan secara bertahap tanpa mengharuskan masyarakat meninggalkan kebiasaan pembayaran tunai yang selama ini digunakan. QRIS diperkenalkan sebagai alternatif pembayaran bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai maupun yang terbiasa melakukan transaksi secara digital.

Salah seorang pelaku UMKM menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, pengenalan QRIS menjadi pengetahuan baru yang dapat membantu memberikan pilihan dalam transaksi usaha.

“Selama ini kami memang lebih terbiasa dengan pembayaran secara tunai. Adanya mahasiswa KKN yang memberikan pendampingan QRIS ini menjadi pengetahuan baru bagi kami. Tidak harus langsung meninggalkan pembayaran tunai, tetapi sekarang kami punya pilihan tambahan jika ada pelanggan yang tidak membawa uang cash,” tuturnya.

Ia menilai pendampingan secara langsung membuat masyarakat lebih mudah memahami penggunaan teknologi dalam kegiatan usaha. Penjelasan yang diberikan mahasiswa juga dinilai membantu pelaku UMKM mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan cara-cara yang sudah berjalan.

“Kami berterima kasih karena dijelaskan secara langsung dan dengan bahasa yang mudah dipahami. Harapannya, kami bisa mengikuti perkembangan zaman sedikit demi sedikit tanpa meninggalkan cara-cara yang selama ini sudah berjalan,” tambahnya.

Selain membantu pembuatan QRIS, mahasiswa KKN MAs Kelompok 96 turut membuat banner usaha bagi pelaku UMKM. Banner tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas usaha sekaligus membantu pelanggan lebih mudah mengenali keberadaan usaha masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Mahasiswa berdiskusi dengan pelaku usaha, mendengarkan pengalaman serta kebutuhan mereka, kemudian memberikan pendampingan sesuai dengan kondisi masing-masing UMKM.

Bagi KKN MAs Kelompok 96, digitalisasi tidak dimaknai sebagai upaya meninggalkan cara lama, melainkan membuka pilihan baru bagi masyarakat. Pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara tunai mulai dilengkapi dengan alternatif pembayaran digital, sementara promosi usaha turut diperkuat melalui media visual berupa banner.

Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses UMKM Dusun Suwaluhan menuju ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, KKN MAs Kelompok 96 berharap proses digitalisasi dapat berkembang secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Perubahan tidak harus berlangsung cepat, tetapi dapat dimulai dari langkah kecil yang dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Jodi Adriansyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....