Unira Malang Gelar Loka Wisata sebagai Puncak KKN-T 2026
- 17 Feb 2026 12:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Loka Wisata menjadi titel Gebyar Penutupan KKN-T 2026 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang Berbasis Desa Wisata. Loka Wisata di adakan di Hal KH. Mo ch. Said Unira Malang, Sabtu (14/2/2026), dengan konsep expo program Kelompok KKN-T yang mempromosikan desa wisata di 15 desa.
Dr. Ratna Fajarwati Meditama, MPd. dari Lemabaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unira Malang mengatakan bahwa Loka Wisata secara terminologi merujuk pada suatu tempat atau kawasan yang dijadikan tujuan rekreasi dan pariwisata.
“Tema Loka Wisata, Mewujudkan Desa Wisata yang Mengintegrasikan Pelestarian Alam, Pemberdayaan Budaya, dan Penguatan Nilai - Nilai Religius untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dan Mahasiswa di Lokasi KKN-T melakukan pendampingan untuk revitalisasi destinasi sebagai unggulan desa wisata setempat selama 30 hari,” ujar Kak Fajar.
Hadir pula dalam acara ini semua wakil rektor, Dr. (Cand.) Sinollah,S.Sos, MAB. (Wakil Rektor 1), R. Hesti Setyodyah Lestari, M.Psi., Psikolog (Wakil Rektor 2), Dr.H. Hasan Bisri, MPd (Wakil Rektor 3), Dr. A. Rafik Maulana, MPd. (Wakil Rektor 4), Dekan , Kaprodi di lingkungan Unira, DPL dan Timlas LPPM Unira Malang.
.webp)
Acara penutupan berlangsung khidmat dan penuh apresiasi atas capaian mahasiswa selama live in di desa. Sejak awal penempatan, mahasiswa Unira Malang hadir bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi mitra kolaboratif desa dalam memperkuat ekosistem wisata berbasis potensi lokal.
Disela - sela acara Abdillah, Kepala LPPM Unira mengatakan bahwa model live in memungkinkan mahasiswa berbaur dengan masyarakat, memahami dinamika sosial, sekaligus merancang program yang responsif terhadap kebutuhan riil desa terkait desa wisata.
“Desa wisata tidak hanya tentang destinasi, tetapi tentang ekosistem. Ada pelestarian alam, penguatan budaya, tata kelola kelembagaan, hingga nilai religius yang menjadi identitas sosial masyarakat. Mahasiswa hadir dan belajar untuk merajut semuanya dalam satu benang pembangunan berkelanjutan,” ujar Abe, sapaan akrabnya.
Masih menurut Abe, Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menginisiasi berbagai program tematik. Pada aspek pelestarian alam, kelompok KKN melakukan pemetaan potensi ekologis, penataan jalur wisata ramah lingkungan, kampanye kebersihan berbasis komunitas, serta edukasi pengelolaan sampah terpadu dan digitalisasi pemasaran destinasi wisata.
KH. Imron Rosyadi Hamid, SE.,Msi, PhD, Rektor Unira Malang dalam sambutannya menegaskan bahwa tema KKN-T 2026 Berbasis Desa Wisata selaras dengan komitmen kampus untuk menjadi perguruan tinggi yang berdampak.
“Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi. Desa wisata yang berkelanjutan tidak bisa dibangun secara parsial. Harus ada integrasi antara alam, budaya, dan religiusitas sebagai fondasi moralnya,” tegas Gus IRH, sapaan karibnya.
Gus IRH juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan perangkat desa yang telah membuka ruang kolaborasi. Sinergi antar stakeholder dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media yang dinilai menjadi kunci keberhasilan program. Pendekatan pentahelix ini memungkinkan desa wisata bergerak secara sistemik dan tidak berjalan sendiri.
Penutupan KKN juga diisi dengan pemaparan capaian tiap kelompok sekaligus penjurian stand expo, penayangan video dokumentasi kegiatan. Dan beberapa desa bahkan menyatakan komitmen untuk melanjutkan program yang telah dirintis bersama mahasiswa, terutama pada aspek digital marketing dan penguatan kelembagaan pengelolaan destinasi wisata.
Sebagai informasi, Loka Wisata juga sebagai ajang apreasi Unira Malang kepada mahasiswa KKN-T kali ini. Beberapa apresiasi tersebut, Kategori Ketua kelompok terbaik, DPL (Dosen Pendamping Lapangan) terbaik, Kelompok Terbaik 1,2 dan 3, Stand terbaik 1,2,3, Video terviral, Video terbaik 1,2,3.
.webp)
Melalui Loka Wisata, Unira Malang meneguhkan perannya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga insan yang peka sosial dan solutif.
Harapannya, jejak kontribusi mahasiswa tidak berhenti pada masa KKN, melainkan terus berlanjut dalam kolaborasi yang memperkuat kemandirian dan daya saing desa wisata. Dari desa untuk Indonesia, langkah kecil yang dirintis hari ini menjadi bagian dari gerak besar menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....