Pendidikan Akhlak Bentuk Generasi Muslim Berkarakter dan Berakhlakul Karimah

  • 06 Agt 2026 17:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pendidikan akhlak menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda Muslim yang jujur, bertanggung jawab, dan berkarakter. Hal tersebut disampaikan Ustazah Nurcholisoh, S.Ag., M.E., dalam kajian keislaman Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang, Kamis (6/8/2026).

Menurut Nurcholisoh, pendidikan akhlak tidak hanya mengajarkan sopan santun dalam bertutur kata, tetapi juga membentuk perilaku yang menjadi pedoman hidup sehari-hari sehingga mampu melahirkan generasi yang berbakti kepada agama, bangsa, dan negara.

"Pendidikan akhlak bukan hanya mengajarkan ucapan yang baik, tetapi membentuk perilaku yang menjadi pedoman hidup sehingga dapat melahirkan generasi yang berbakti kepada agama, bangsa, dan negara," ujarnya.

Ia menjelaskan, keteladanan menjadi kunci utama dalam pendidikan akhlak. Anak memiliki kecenderungan meniru perilaku orang tua dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, orang tua dan pendidik harus mampu memberikan contoh yang baik sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW sebagai uswah hasanah dalam menyempurnakan akhlak manusia.

Selain keteladanan, pembiasaan juga memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengucapkan salam, menyapa dengan santun, dan bertutur kata yang baik perlu diterapkan secara konsisten agar menjadi bagian dari kepribadian anak.

"Anak perlu dibiasakan melakukan hal-hal baik sejak dini. Orang tua juga harus mengedepankan tabayun, memberikan arahan yang tepat, serta mendampingi penggunaan gawai agar anak tidak mudah terpengaruh konten negatif," kata Nurcholisoh.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan akhlak merupakan bekal bagi kehidupan di dunia maupun akhirat. Hal tersebut selaras dengan hadis Rasulullah SAW tentang amal yang tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh.

Menurutnya, anak yang dibekali akhlak mulia akan mampu membedakan mana yang benar dan salah sehingga tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Akhlak yang baik juga menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menutup kajian, Nurcholisoh mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai akhlak sejak usia dini karena masa kanak-kanak merupakan periode emas pembentukan karakter. Ia juga menekankan bahwa pendidikan akhlak menjadi kunci terciptanya keluarga yang harmonis melalui sikap saling menghormati, menyayangi, dan menghargai antarsesama anggota keluarga.

"Penanaman akhlak harus dimulai sejak usia dini. Dengan akhlak yang baik, insyaallah akan lahir generasi Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah sebagai bekal menjalani kehidupan," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....