Ulama Didorong Menjadi Penuntun Moral, Bukan Terjebak Politik Praktis
- 03 Agt 2026 07:49 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi penuntun moral bagi para pemimpin. Karena itu, ulama dinilai perlu menjaga independensi agar tetap mampu memberikan nasihat dan arahan tanpa terikat kepentingan politik praktis.
Pandangan tersebut disampaikan Ustazah Uzlifah dari Aisyiyah Kota Malang saat menjawab pertanyaan pendengar dalam program Mutiara Pagi RRI Malang. Pertanyaan itu muncul ketika seorang pendengar menyoroti pandangan sebagian masyarakat yang menginginkan ulama tidak terjun ke dunia politik karena dikhawatirkan mengurangi kewibawaan mereka.
Menurut Ustazah Uslifah, politik pada dasarnya bukan sesuatu yang keliru apabila dipahami sebagai upaya mengatur kehidupan masyarakat dengan baik. Namun, ia membedakan antara politik yang berorientasi pada kemaslahatan dan politik praktis yang berfokus pada perebutan jabatan serta kepentingan kelompok.
"Kalau menurut saya, ulama memang sebaiknya tidak berpolitik praktis, tetapi justru menjadi guru bagi para politikus." ujarnya pada Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa ulama memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan para pemimpin agar tetap berjalan sesuai nilai-nilai agama. Dengan posisi tersebut, ulama dapat menjadi pengawas sekaligus pemberi nasihat tanpa kehilangan kepercayaan masyarakat.
Selain membahas peran ulama, dialog interaktif juga menyinggung pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Seorang pendengar mengeluhkan masih adanya orang tua yang merespons persoalan anak dengan kalimat yang meremehkan sehingga membuat anak enggan bercerita.
Menanggapi hal tersebut, Ustazah Uzlifah menilai setiap orang tua perlu terus belajar mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan ajaran Islam. Ia mengatakan perubahan cara berkomunikasi dapat dimulai dengan memperbanyak menghadiri majelis ilmu serta membiasakan diri mendengarkan anak sebelum memberikan penilaian.
"Kuncinya adalah mau belajar, karena setiap perubahan yang baik dimulai dari kesediaan kita memperbaiki diri." katanya.
Ia juga mengajak anak-anak untuk tidak mudah menyalahkan orang tua yang dibesarkan dengan pola pengasuhan berbeda pada zamannya. Menurutnya, perubahan akan lebih mudah terjadi apabila anak mengajak orang tua belajar bersama dalam suasana yang penuh penghormatan dan kasih sayang.
Dalam sesi tanya jawab, Ustazah Uslifah turut mengingatkan pentingnya mendoakan keluarga agar tetap berada dalam keimanan dan istiqamah menjalankan kebaikan. Ia menyarankan agar doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan sunah dibaca secara rutin sebagai ikhtiar membangun keluarga yang sakinah.
"Setiap diksi yang keluar dari mulut seseorang menunjukkan latar belakang pendidikan dan lingkungan pergaulannya." tambahnya.
Menutup dialog, Ustazah Uzlifah mengajak masyarakat kembali menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, ilmu agama yang diamalkan dengan baik akan melahirkan pribadi yang bijaksana, keluarga yang harmonis, serta masyarakat yang saling menghormati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....