Tiga Cara Allah Menguji Hamba-Nya, Ini Pesan Ustaz Abdul Aziz dalam Cahyaning Ati RRI
- 17 Jun 2026 09:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, MALANG – Ustaz Abdul Aziz, S.Ag., dalam program dialog Cahyaning Ati di Programa 4 RRI Malang, Rabu (17/6/2026), mengulas tema “Tiga Cara Allah Menguji Hamba-Nya.” Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa ujian dari Allah tidak selalu berupa kesulitan dan penderitaan, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk nikmat maupun penundaan atas apa yang diinginkan manusia.
Pada awal kajian, Ustaz Abdul Aziz menyinggung peristiwa berat yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW ketika ditinggal wafat oleh Sayidina Khadijah dan Abu Thalib. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa kehilangan orang-orang yang dicintai merupakan salah satu bentuk ujian kehidupan yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kandungan Al-Qur’an, bukan sekadar membacanya. Surat Al-Insyirah, misalnya, perlu dipahami maknanya agar dapat menjadi penguat hati saat menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang mendefinisikan ujian hanya ketika berada dalam kesedihan, mengalami kesulitan ekonomi, atau saat menghadapi musibah. Padahal, ujian pertama yang sering tidak disadari adalah ketika Allah memberikan apa yang diinginkan manusia. Menurutnya, terkabulnya keinginan dan datangnya berbagai kenikmatan merupakan sarana untuk menguji rasa syukur seorang hamba. Ia mengutip nasihat seorang ulama yang menyatakan bahwa setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah pada akhirnya dapat menjadi bencana bagi pemiliknya.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Aziz menegaskan bahwa seseorang yang memperoleh nikmat dituntut untuk meningkatkan rasa syukur. Sebab, Allah telah menjanjikan tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur, sedangkan bagi yang kufur nikmat terdapat ancaman azab yang pedih. Karena itu, keberhasilan seseorang memperoleh apa yang diinginkan tidak selalu berarti ia telah mencapai tujuan akhir, melainkan justru sedang menjalani ujian tentang bagaimana ia memanfaatkan karunia tersebut.
Cara kedua Allah menguji hamba-Nya, lanjutnya, adalah dengan menunda pemberian atas apa yang diminta. Penundaan terkabulnya doa menjadi sarana untuk menguji kesabaran. Tidak jarang seseorang telah berdoa siang dan malam, melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh, namun keinginannya belum juga terwujud. Dalam kondisi seperti itulah kesabaran dan keteguhan iman diuji. Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa doa seorang hamba akan dikabulkan selama tidak digunakan untuk tujuan dosa, memutus tali silaturahmi, dan tidak dilakukan dengan sikap tergesa-gesa.
Menurutnya, sikap tergesa-gesa sering muncul ketika seseorang merasa doanya tidak kunjung dikabulkan. Padahal, perasaan kecewa dan putus asa tersebut justru menjadi bagian dari ujian yang harus dihadapi. Di era modern yang serba cepat saat ini, masyarakat cenderung ingin segala sesuatu diperoleh secara instan sehingga nilai kesabaran semakin berkurang. Karena itu, umat Islam perlu belajar untuk tetap bersabar, terus berdoa, dan meyakini bahwa setiap ketentuan Allah mengandung hikmah terbaik bagi kehidupan manusia.(Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....