Memaknai Hijrah dalam Kehidupan Kekinian
- 20 Jun 2026 18:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Hijrah secara harfiah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu menuju keadaan yang lebih baik. Hal ini dikatakan ustad Dedi N Abdullah Tillu, M.PDI diacara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Sabtu (20/6/2026) pagi.
"Hijrah secara harfiah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu menuju keadaan yang lebih baik.Dalam sejarah Islam, hijrah merujuk pada perpindahan Nabi Muhammad dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Namun, dalam konteks kehidupan masa kini, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, melainkan juga perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik," katanya kepada RRI.
"Di era modern yang penuh dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat, hijrah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Misalnya, seseorang yang berusaha meninggalkan kebiasaan buruk seperti menunda pekerjaan, berkata kasar, atau menggunakan media sosial secara tidak bijak, kemudian menggantinya dengan kebiasaan yang lebih positif dan bermanfaat. Hijrah juga dapat berarti meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan integritas dalam kehidupan pribadi maupun profesional," tambahnya.
Makna hijrah kekinian menuntut adanya kesadaran untuk terus belajar dan berkembang. Hijrah bukanlah perubahan yang terjadi secara instan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan evaluasi diri. Dalam proses tersebut, seseorang tidak hanya berfokus pada penampilan luar, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai moral yang tercermin dalam tindakan sehari-hari.
Selain itu, hijrah di masa kini juga dapat dimaknai sebagai keberanian menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan prinsip-prinsip kebaikan. Seorang pelajar yang berusaha jujur dalam belajar, seorang pekerja yang menjunjung etika kerja, atau seorang pengguna internet yang menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat merupakan contoh nyata implementasi hijrah dalam kehidupan modern.
Dalam penutupnya beliau kembali mengingatkan hijrah dalam kehidupan kekinian adalah upaya sadar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Esensinya bukan sekadar perubahan identitas atau simbol, melainkan transformasi diri yang membawa manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Hijrah menjadi perjalanan sepanjang hayat menuju kualitas hidup yang lebih bermakna dan bernilai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....