Kasih Sayang Rasulullah Menjadi Pedoman Utama dalam Mendidik Anak
- 03 Agt 2026 07:49 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kasih sayang kepada anak bukan sekadar ungkapan cinta, melainkan diwujudkan melalui perhatian, keteladanan, dan kelembutan dalam keseharian. Nilai-nilai tersebut telah dicontohkan Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dan tetap relevan menjadi pedoman pengasuhan di tengah beragam metode parenting modern.
Pesan itu disampaikan Ustazah Uzlifah dari Aisyiyah Kota Malang dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, umat Islam tidak perlu bingung mencari pola asuh terbaik karena Al-Qur'an dan sunah telah memberikan tuntunan yang lengkap.
Ia menjelaskan, Rasulullah membangun kedekatan dengan anak melalui sentuhan kasih sayang, seperti memeluk, mencium, menggendong, hingga bermain bersama. Sikap tersebut membuat anak merasa aman, dicintai, dan tumbuh dalam suasana keluarga yang hangat.
| Baca juga: Tiga Cara Allah Menguji Hamba-Nya |
"Rasulullah itu menyayangi anak-anaknya dengan sangat lembut, penuh perhatian, selalu hadir bersama mereka, dan mendidik melalui teladan, bukan sekadar perintah." katanya.
Menurut Ustazah Uzlifah, pembentukan karakter anak sebaiknya dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan yang konsisten. Salah satunya ialah mengenalkan anak pada masjid dan ibadah sejak masih bayi agar tumbuh kecintaan terhadap salat tanpa paksaan.
Ia mencontohkan kisah Rasulullah yang tetap menggendong cucunya, Hasan dan Husain, ketika sedang melaksanakan salat. Bahkan, Rasulullah memperpanjang sujud ketika cucunya bermain di punggung beliau agar mereka merasa nyaman dan tidak terganggu.
"Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan sejak dini karena kebiasaan baik akan membentuk karakter anak hingga dewasa." ujarnya.
Selain memberikan kasih sayang, Rasulullah juga menghargai setiap anak dengan mendengarkan pendapat, keluhan, maupun cerita mereka. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai mampu membangun kepercayaan diri sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
Ustazah Uzlifah mengakui masih banyak orang tua, termasuk dirinya, yang pernah melakukan kekeliruan saat mendidik anak karena kurangnya ilmu. Ia mengingatkan bahwa setiap kesalahan dapat diperbaiki dengan bertobat kepada Allah dan berani meminta maaf kepada anak apabila pernah bersikap kurang bijaksana.
| Baca juga: Keimanan Diuji oleh Hal yang Tampak Sepele |
"Jangan malu meminta maaf kepada anak ketika kita pernah berbuat salah, karena itu juga menjadi bentuk penghormatan kepada mereka." ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya mendidik anak dengan keteladanan, bukan kekerasan. Menurutnya, hadis tentang memukul anak yang meninggalkan salat pada usia sepuluh tahun harus dipahami secara utuh, yakni sebagai bentuk pendidikan yang tidak menyakiti dan dilakukan setelah proses pembiasaan serta nasihat.
Menutup tausiyahnya, Ustazah Uzlifah mengajak seluruh orang tua menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai rujukan utama dalam membesarkan anak. Ia berharap setiap keluarga mampu melahirkan generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan menjadi investasi terbaik bagi orang tua di dunia maupun akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....