Yakin Akan Kematian, Jangan Terlena oleh Gemerlap Dunia

  • 01 Jun 2026 20:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kesadaran bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian menjadi salah satu kunci untuk menjaga diri dari berbagai perbuatan maksiat dan kecenderungan mengikuti hawa nafsu. Hal tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Dewi Latifah dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang.

Dalam kajiannya, ia mengingatkan bahwa orang yang benar-benar yakin akan datangnya kematian akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Sebab, seluruh amal perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Hal itu sejalan dengan firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 185 yang menyatakan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.

“Kalau seseorang sadar bahwa hidup ini akan berakhir, insyaallah ia akan lebih menjaga diri. Apa yang diperintahkan Allah dijalankan dan apa yang dilarang akan dijauhi,” kata Ustadzah Dewi Latifah, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan, rasa takut terhadap neraka semestinya menjadi pengendali bagi manusia untuk tidak terus-menerus menuruti hawa nafsu. Keinginan yang bertentangan dengan ajaran agama perlu dikendalikan agar tidak menyeret seseorang pada perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, umat Islam diingatkan agar tidak melupakan persiapan menuju kehidupan akhirat.

Salah satu cara mengendalikan hawa nafsu, lanjutnya, adalah melalui ibadah puasa. Selain puasa wajib Ramadan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa sunnah, seperti Senin dan Kamis. Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” Menurut Ustadzah Dewi, puasa menjadi sarana efektif untuk melatih kesabaran, menahan keinginan berlebihan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk memahami hakikat dunia. Menurutnya, dunia hanyalah tempat persinggahan sementara yang tidak boleh menjadi tujuan utama kehidupan. Nilai dunia akan menjadi mulia ketika digunakan untuk beribadah, berdzikir, bershalawat, menghadiri majelis ilmu, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

“Dunia jangan sampai menguasai hati kita. Yang harus diperbanyak adalah dzikir kepada Allah, menghadiri pengajian, memperbaiki ibadah, dan memperkuat rasa qanaah atau merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah,” jelasnya.

Menutup tausyiahnya, Ustadzah Dewi mengingatkan bahwa kehidupan dunia yang sementara tidak boleh membuat manusia lalai terhadap kehidupan akhirat yang kekal. Kesadaran akan kematian, rasa takut kepada neraka, serta kerinduan kepada surga harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah dari hari ke hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....