Ziarah Kubur dan Menjenguk Orang Sakit Jadi Pengingat Kehidupan Akhirat

  • 28 Jun 2026 12:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Ziarah kubur dan menjenguk orang sakit tidak hanya menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran manusia akan kehidupan akhirat. Melalui kedua amalan tersebut, seseorang diharapkan mampu memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan setelah kematian.

Dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, Ustazah Dewi Latifah menjelaskan bahwa ziarah kubur termasuk amalan yang memiliki keutamaan atau fadilah. Kegiatan tersebut dapat mengingatkan manusia bahwa setiap makhluk hidup pada akhirnya akan menghadapi kematian.

"Tujuan utama ziarah kubur bukan sekadar mengunjungi makam keluarga atau kerabat. Lebih dari itu, ziarah menjadi sarana introspeksi agar seseorang menyadari bahwa kehidupan dunia bersifat sementara," katanya saat dikonfirmasi pada Jumat (26/6/2026).

Ia menegaskan bahwa mempersiapkan diri menghadapi kematian merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap Muslim. Persiapan tersebut dapat diwujudkan dengan memperbanyak ibadah, sedekah, zikir, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang agama.

Ustazah Dewi Latifah mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Karena itu, kesadaran akan kematian seharusnya mendorong seseorang untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlaknya.

"Selain ziarah kubur, menjenguk orang sakit juga termasuk amalan yang memiliki keutamaan besar. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus kesempatan untuk memberikan dukungan moral dan doa kepada sesama," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa orang yang sedang sakit membutuhkan perhatian, semangat, serta doa dari orang-orang di sekitarnya. Kehadiran keluarga, kerabat, dan sahabat dapat membantu menumbuhkan kesabaran serta ketenangan dalam menghadapi ujian sakit.

Dalam kesempatan itu, Ustazah Dewi Latifah juga menyampaikan pentingnya membuat wasiat ketika kondisi kesehatan mulai menurun. Menurutnya, wasiat dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang masih ada.

"Seseorang sebaiknya tidak meninggalkan beban berupa utang atau persoalan yang belum diselesaikan kepada keluarganya. Dengan demikian, kehidupan yang dijalani dapat ditutup dengan tanggung jawab dan persiapan yang lebih baik menuju akhirat," tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....