Kemuliaan Terletak pada Kejujuran dalam Bekerja

  • 12 Jun 2026 15:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, umat Islam diingatkan untuk tetap menjaga kehalalan rezeki yang diperoleh. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Nur Cholis, SE dalam program Cahyaning Ati yang disiarkan Pro 4 RRI Malang, Jumat (12/6/2026), dengan tema “Di Tengah Sulitnya Ekonomi Tetap Menjaga Rezeki Halal.”

Dalam tausiyahnya, Ustaz Nur Cholis menegaskan bahwa rezeki tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdikan, kemampuan, ataupun strategi manusia. Rezeki merupakan karunia Allah SWT yang harus dicari dengan cara yang halal dan baik (halalan thayyiban). Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 168 yang mengingatkan manusia agar memakan rezeki yang halal dan baik serta tidak mengikuti langkah-langkah setan yang dapat menjerumuskan kepada perbuatan yang dilarang.

Ustaz Nur Cholis juga mengisahkan sebuah riwayat tentang seorang tukang batu yang kelelahan bekerja hingga tangannya penuh luka dan kasar. Ketika bertemu Rasulullah SAW, beliau memegang dan mencium tangan pekerja tersebut. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu bertanya tentang alasan Rasulullah melakukan hal tersebut. Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa tangan yang digunakan untuk bekerja mencari nafkah halal tidak akan disentuh api neraka. Kisah tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh jabatan, pakaian, ataupun status sosialnya, melainkan oleh kejujuran dan kehalalan rezeki yang diperoleh.

Menurutnya, Islam sangat menghargai setiap pekerjaan yang halal. Baik petani yang bekerja di sawah, nelayan yang menghadapi ombak di lautan, tukang becak yang mengayuh sepanjang hari, maupun pekerja lainnya yang mencari nafkah dengan cara yang jujur. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. Teladan tersebut juga dicontohkan oleh para nabi, seperti Nabi Daud AS yang bekerja sebagai pandai besi, Nabi Musa AS sebagai penggembala, dan Nabi Muhammad SAW yang pernah menggembala kambing serta berdagang.

Lebih lanjut, Ustaz Nur Cholis mengingatkan bahwa mencari rezeki halal sejatinya merupakan bagian dari ibadah. Selama ini banyak orang memahami ibadah hanya sebatas shalat, puasa, zakat, atau membaca Al-Qur’an. Padahal, bekerja dengan niat menafkahi keluarga, menjaga kehormatan diri agar tidak meminta-minta, dan menghindari perbuatan curang juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, Islam tidak hanya mengatur ibadah di masjid, tetapi juga mengatur perilaku umatnya di pasar, toko, kantor, maupun tempat kerja lainnya.

Ia juga menyoroti berbagai praktik yang merusak keberkahan rezeki, seperti korupsi, penipuan, manipulasi timbangan, dan mencari keuntungan dengan merugikan orang lain. Harta yang diperoleh melalui cara-cara tersebut, menurutnya, akan menghilangkan keberkahan dalam kehidupan. Sebaliknya, meskipun penghasilan seseorang sederhana, jika diperoleh secara halal dan jujur maka akan mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, serta keberkahan bagi keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Nur Cholis mengingatkan pentingnya menjaga makanan dan penghasilan yang halal karena hal itu berkaitan erat dengan terkabulnya doa. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seseorang yang berdoa dengan sungguh-sungguh, namun doanya sulit dikabulkan karena makanan, minuman, dan penghasilannya berasal dari sesuatu yang haram. Karena itu, umat Islam hendaknya selalu memperhatikan sumber rezekinya agar ibadah dan doa-doanya diterima oleh Allah SWT.

Menutup kajiannya, Ustaz Nur Cholis menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang Muslim bukanlah seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan bagaimana cara memperoleh harta tersebut. Rezeki yang halal akan menghadirkan ketenangan hati, kehidupan yang lebih berkah, dan rasa aman dalam menjalani hidup. “Pada akhirnya, bukan seberapa besar harta yang kita kumpulkan, tetapi bagaimana cara kita mendapatkannya. Setiap langkah mencari nafkah yang halal sesungguhnya adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” pungkasnya.(Mey)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....