Refleksi Idul Adha, Kurban Ajarkan Ikhlas dan Peduli Sesama

  • 29 Mei 2026 12:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang nilai ketaatan, keikhlasan, hingga kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan Ustadz Dr. H. M. Amsiyono kepada RRI Malang pada Kamis (28/5/2026). Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan besar bagi umat Islam dalam menjalankan perintah Allah tanpa menunda-nunda.

Ustadz Amsiyono menjelaskan, salah satu hikmah terbesar Idul Adha adalah belajar tentang ketaatan total kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan sikap patuh ketika menerima perintah Allah, meskipun perintah tersebut sangat berat dijalankan secara manusiawi. Nilai itu, kata dia, seharusnya tercermin dalam kehidupan umat Islam saat ini, termasuk dalam menjalankan salat, zakat, maupun ibadah lainnya.

“Ketika Allah memerintahkan sesuatu, maka segera dilaksanakan. Jangan ditunda-tunda. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sudah memberikan contoh tentang ketaatan yang luar biasa. Ini yang harus kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan salat, zakat, dan kewajiban lainnya,” ujar Ustadz H. Amsiyono.

Selain itu, Idul Adha juga menjadi sarana menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah. Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar soal menyembelih hewan, melainkan bagaimana seseorang benar-benar mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang tulus. Ia mengingatkan bahwa yang sampai kepada Allah bukan darah maupun daging kurban, tetapi ketakwaan dan keikhlasan hamba-Nya. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan ibadah sebagai ajang mencari pujian atau pengakuan sosial.

“Allah tidak melihat daging dan darah kurbannya, tetapi melihat ketakwaannya. Maka ibadah harus dilandasi niat yang ikhlas. Jangan sampai semangat berkurban hanya untuk dilihat orang lain atau sekadar mengikuti tradisi,” tegasnya.

Ustadz Amsiyono juga menyoroti pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial yang tercermin dalam pembagian daging kurban. Menurutnya, Idul Adha mengajarkan bahwa rezeki yang dimiliki manusia tidak sepenuhnya menjadi hak pribadi, melainkan ada hak orang lain di dalamnya. Melalui kurban, masyarakat diajak berbagi kebahagiaan tanpa membedakan status sosial, sehingga semua kalangan dapat merasakan nikmat yang sama di hari raya.

“Daging kurban dibagikan secara merata, baik kepada yang mampu maupun kurang mampu. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kepedulian sosial dan kebersamaan. Selain menyucikan harta, kurban juga membersihkan jiwa manusia dari sifat tamak dan rasa memiliki secara berlebihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Idul Adha juga menjadi momentum untuk melatih rasa syukur, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi ujian kehidupan. Sebab menurutnya, harta, keluarga, dan segala yang dimiliki manusia pada hakikatnya adalah titipan sekaligus ujian dari Allah SWT. Karena itu, melalui semangat pengorbanan dalam Idul Adha, umat Islam diharapkan semakin kuat dalam menjaga ketakwaan dan semakin dekat kepada Allah SWT.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....