Amalan Utama 10 Hari di Bulan Dzulhijah
- 18 Mei 2026 15:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID , Malang - Bulan Dzulhijjah sebagai salah satu bulan haram memiliki keistimewaan, salah satunya pada 10 malam pertama bulan Dzulhijjah. Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘Anhuma, Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amalan sunah lainnya. Hal ini serupa dengan semangat menghidupkan malam di bulan Ramadan sebagai bentuk kedekatan diri kepada Allah.
“Terdapat sembilan amalan utama yang dianjurkan selama sepuluh hari Zulhijah, dimulai dari ibadah haji dan umrah bagi yang mampu. Selain itu, puasa terutama pada hari Arafah memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan sesudahnya. Amalan lainnya meliputi memperbanyak zikir, bertobat, serta menjauhi maksiat yang dapat menjauhkan manusia dari rahmat Allah. Perilaku baik seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, dan amar makruf nahi mungkar juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas iman,” ujar Ustadzah Dra. Inasuarly PD Aisyiyah Kota Malang, Minggu (17/05/2026).
Takbir dibagi menjadi dua jenis, yaitu mutlak yang dilakukan kapan saja dan muqayyad yang dibaca setelah salat fardu berjamaah. Tradisi ini telah dicontohkan para sahabat seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah di tengah masyarakat.
“Puncak amalan ditandai dengan ibadah kurban serta salat Idul Adha yang menjadi simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Allah. Momentum ini hendaknya diisi dengan kebaikan, bukan kemaksiatan, agar seluruh amal selama sepuluh hari tidak menjadi sia-sia,” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....