Keutamaan 10 Hari Awal Dzulhijjah, Momentum Memperbanyak Amal Ibadah

  • 14 Mei 2026 10:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi pembahasan dalam dialog Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang, Kamis (14/5/2026). Ustaz Muhammad Syafi’ Na’im, mengajak umat Islam mempersiapkan diri menyambut bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh dan ibadah sunnah.

“Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat dimuliakan Allah SWT. Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah selain amal yang dilakukan pada hari-hari tersebut,” ujar Ustaz Muhammad Syafi’ Na’im dalam dialog tersebut.

Ia menjelaskan, Dzulhijjah termasuk satu dari empat bulan mulia yang telah ditetapkan Allah SWT. Keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah juga disebut dalam Surat Al-Fajr mengenai “malam-malam yang sepuluh” yang oleh para ulama tafsir dimaknai sebagai 10 malam pertama bulan Dzulhijjah.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. “Amalan seperti membaca Al-Qur’an, istighfar, sholawat, sedekah, dzikir, hingga puasa sunnah memiliki pahala yang sangat besar pada hari-hari awal Dzulhijjah,” katanya.

Ustaz Muhammad Syafi’ Na’im juga menyampaikan keutamaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. “Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan luar biasa, yakni dapat menghapus dosa selama dua tahun,” ucapnya.

Selain memperbanyak ibadah, umat Islam juga dianjurkan mengumandangkan takbir menjelang Idul Adha. Ia menjelaskan terdapat takbir muqayyad yang dibaca setelah sholat fardu mulai Subuh hari Arafah, serta takbir mursal yang dapat dikumandangkan sejak malam Idul Adha hingga pelaksanaan sholat Id.

“Semoga umat Islam dapat memanfaatkan momentum 10 hari awal Dzulhijjah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....