Neraka Bukan Bukti Allah Kejam, tetapi Bukti Keadilan-Nya

  • 14 Mei 2026 10:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Program dialog religi Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang membahas tema “Katanya Allah Maha Penyayang? Tapi Kenapa Harus Ada Neraka?” pada Rabu (13/5/2026). Dalam dialog tersebut, narasumber Ustaz Abdul Aziz mengajak masyarakat memahami bahwa kasih sayang Allah SWT jauh lebih besar dibanding murka-Nya.

“Dalam Asmaul Husna tidak ada sifat Allah yang disebut Maha Pemarah. Yang paling sering ditegaskan justru kasih sayang-Nya. Bahkan dalam Al-Qur’an dan hadis qudsi disebutkan bahwa rahmat Allah mendahului murka-Nya,” jelas Ustaz Abdul Aziz.

Ia menjelaskan, hampir seluruh ajaran dalam Al-Qur’an menegaskan sifat Allah sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hal itu terlihat sejak awal membaca Al-Qur’an dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang mengandung makna kasih sayang Allah SWT.

Menurutnya, sebesar apa pun dosa manusia, Allah tetap membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang mau bertaubat. “Allah memanggil hamba-Nya dengan penuh kasih agar tidak berputus asa dari rahmat-Nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul Aziz menegaskan bahwa keberadaan neraka bukan menunjukkan Allah SWT bersifat kejam, melainkan sebagai bukti keadilan-Nya terhadap seluruh perbuatan manusia.

“Kalau tidak ada neraka, maka keadilan tidak akan sempurna. Orang-orang yang berbuat zalim, menyakiti sesama, membunuh, atau korupsi tanpa bertaubat tentu tidak adil jika diperlakukan sama dengan orang-orang yang hidup sabar dan berbuat baik,” katanya.

Ia menambahkan, kehidupan di dunia sering menghadirkan ketidakadilan karena tidak semua pelaku kejahatan mendapatkan hukuman setimpal. Oleh sebab itu, Allah SWT sebagai Maha Adil akan menghadirkan pengadilan akhirat yang sempurna.

“Di akhirat nanti semua akan dihisab dengan seadil-adilnya. Kebaikan sebesar biji zarah akan dibalas, begitu juga kejahatan sebesar zarah akan diperhitungkan,” ungkapnya.

Melalui dialog tersebut, Ustaz Abdul Aziz mengajak masyarakat memandang neraka bukan sekadar ancaman, tetapi sebagai bagian dari bentuk keadilan Allah SWT. Dengan memahami kasih sayang dan keadilan Allah secara seimbang, umat Islam diharapkan semakin dekat kepada-Nya dan memiliki tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.(Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....