Rindu Surga Harus Dibuktikan dengan Amal Kebaikan
- 01 Jun 2026 20:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kerinduan terhadap surga tidak cukup hanya diucapkan melalui doa, tetapi harus diwujudkan melalui amal saleh dan ketaatan kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Dewi Latifah dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang dengan tema “Rindu Surga, Khawatir Neraka, Yakin Tentang Kematian dan Mengenali Dunia.”
Dalam tausyiahnya, Ustadzah Dewi mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang menjelaskan bahwa orang yang benar-benar merindukan surga akan bersegera melakukan berbagai kebaikan. Kerinduan kepada surga harus tercermin dari kesungguhan menjalankan perintah Allah dan meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa surga merindukan empat golongan manusia. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan, “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur'an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan.”
Menurut Ustadzah Dewi, membaca Al-Qur'an hendaknya menjadi amalan harian umat Islam. Tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya. Selain itu, menjaga lisan juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang penuh keberkahan.
“Hati-hati ketika berbicara. Jangan sampai ucapan kita menyakiti, merendahkan, atau melukai orang lain,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian sosial melalui sedekah dan memberi makan kepada orang yang membutuhkan. Sementara bagi mereka yang memiliki utang puasa Ramadan, dianjurkan untuk segera menggantinya. Menurutnya, puasa bukan hanya ibadah yang mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi sarana mengendalikan hawa nafsu dan menjaga kesehatan.
Lebih lanjut, Ustadzah Dewi mengajak umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menjaga salat lima waktu berjamaah, membiasakan salat malam, salat dhuha, serta memperbanyak sedekah dan infak.
“Kalau kita benar-benar merindukan surga, maka kebaikan tidak boleh ditunda. Setiap kesempatan harus menjadi jalan mendekat kepada Allah SWT,” tuturnya.
Melalui tausyiah tersebut, pendengar diajak menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang amal untuk meraih kebahagiaan akhirat. Kerinduan terhadap surga harus diwujudkan melalui ibadah yang istiqamah, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....