Hewan Qurban Akan Menjadi Penolong di Padang Mahsyar
- 11 Mei 2026 06:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Suasana tausyiah Mutiara Pagi PRO 1 RRI Malang terasa penuh haru saat Dewi Latifah menjelaskan keutamaan ibadah qurban dan balasan bagi orang-orang yang ikhlas melaksanakannya karena Allah SWT.
Dalam kajiannya, Ustadzah Dewi menggambarkan kondisi Padang Mahsyar pada hari kebangkitan nanti sebagai tempat yang sangat panas dan penuh kesulitan. Ia menyampaikan bahwa orang yang pernah berqurban dengan ikhlas akan memperoleh pertolongan dari hewan qurbannya.
“Di Padang Mahsyar nanti panas sekali, manusia tenggelam oleh keringatnya sendiri. Tapi orang yang pernah berqurban, hewan qurbannya akan datang menghampiri dan berkata: ‘Akulah hewan qurbanmu dulu, naiklah ke punggungku’,” ungkapnya, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa keyakinan tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam agar tidak terlalu mencintai harta dunia hingga melupakan ibadah qurban. Menurutnya, banyak orang mampu secara materi tetapi masih menunda-nunda qurban karena lebih mementingkan kebutuhan duniawi.
“Orang yang tidak pernah berqurban padahal mampu, nanti akan menyesal. Karena terlalu mengikuti harta benda dunia,” katanya.
Selain membahas keutamaan qurban, Ustadzah Dewi juga memberikan penjelasan mengenai aturan penyembelihan dan pembagian hewan qurban sesuai syariat. Ia mengingatkan panitia qurban agar amanah dalam membagikan daging serta tidak menyembunyikan bagian tertentu demi kepentingan pribadi.
“Panitia harus amanah. Jangan menyembunyikan daging yang diinginkan sendiri,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kulit hewan qurban tidak boleh dijadikan upah bagi penyembelih karena hal tersebut dapat mengurangi kesempurnaan ibadah qurban. Jika ingin memberi imbalan kepada penyembelih atau panitia, maka harus menggunakan dana lain di luar bagian hewan qurban.
Dalam kesempatan itu, Ustadzah Dewi menjelaskan ciri hewan qurban yang sah, yakni hewan yang sehat dan cukup umur, ditandai dengan tanggalnya gigi seri atau sudah “poel”. Ia menambahkan bahwa qurban lebih utama disembelih sendiri atau di sekitar rumah, meskipun menyalurkan qurban ke daerah yang lebih membutuhkan tetap diperbolehkan dan pahalanya tetap sampai kepada yang berqurban.
“Kalau ingin qurban di daerah yang lebih fakir juga boleh. Insya Allah pahalanya tetap sampai kepada kita,” ujarnya.
Menutup tausyiah, Ustadzah Dewi mengajak umat Islam mulai mempersiapkan qurban sejak sekarang dengan menabung secara bertahap. Ia menegaskan bahwa setiap bulu hewan qurban mengandung pahala besar dan menjadi jalan penghapus dosa bagi orang yang melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....