Tidak Semua Dosa Cukup Diselesaikan dengan Permintaan Maaf

  • 08 Apr 2026 09:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Permintaan maaf kerap dianggap sebagai solusi utama dalam menyelesaikan kesalahan. Namun, dalam perspektif ajaran agama, tidak semua dosa dapat diselesaikan hanya dengan ucapan maaf. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Abdul Aziz S.Ag, dalam program Cahyaning Ati, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, dosa secara umum terbagi menjadi dua kategori, yakni kesalahan terhadap Tuhan (haqqullah) dan kesalahan terhadap sesama manusia (haqqul adami).

“Tidak semua dosa bisa dimaafkan atau diselesaikan hanya dengan minta maaf. Dosa itu ada dua, yaitu kesalahan kepada Allah dan kesalahan kepada manusia,” ujar Ustaz Abdul Aziz.

Ia menjelaskan, kesalahan terhadap Tuhan meliputi perbuatan seperti meninggalkan salat, tidak menjalankan kewajiban, atau melanggar aturan agama secara pribadi. Untuk jenis ini, penyelesaiannya cukup dengan taubat yang tulus.

“Kalau berkaitan dengan Allah, seperti meninggalkan salat atau kewajiban lainnya, maka cukup dengan taubat yang sungguh-sungguh. Insyaallah Allah akan menerima ampunan kita,” jelasnya.

Sementara itu, kesalahan terhadap sesama manusia memiliki penanganan yang berbeda-beda, tergantung pada dampak yang ditimbulkan. Untuk kesalahan yang bersifat menyakiti perasaan, permintaan maaf dinilai sudah cukup.

“Kalau hanya menyakiti perasaan atau menyinggung orang lain, maka cukup dengan meminta maaf yang tulus. Ketika orang tersebut sudah memaafkan, maka selesai,” lanjutnya.

Namun, ia menegaskan bahwa ada kesalahan yang tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf, terutama jika berkaitan dengan kerugian materi atau hak orang lain.

“Kalau kesalahannya seperti utang yang tidak dibayar, mencuri, atau mengambil hak orang lain, itu tidak cukup hanya minta maaf. Harus ada tanggung jawab. Hak orang tersebut wajib dikembalikan,” tegas Ustaz Abdul Aziz.

Ia juga merinci langkah-langkah penyelesaian untuk kesalahan semacam ini, yaitu bertaubat kepada Tuhan, mengakui kesalahan, menyesali perbuatan, meminta maaf kepada korban, serta mengembalikan hak yang telah diambil.

Lebih lanjut, ia menyoroti kesalahan berat yang berdampak pada fisik seseorang, seperti menghilangkan anggota tubuh atau bahkan nyawa.

“Kesalahan yang sampai merenggut anggota tubuh atau nyawa itu juga tidak bisa ditebus hanya dengan permintaan maaf. Harus ada pertanggungjawaban kepada korban atau keluarganya,” ungkapnya.

Melalui penjelasan tersebut, Ustaz Abdul Aziz menegaskan bahwa permintaan maaf bukanlah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan semua kesalahan. Diperlukan tanggung jawab nyata, kejujuran, dan upaya memperbaiki kerugian agar sebuah kesalahan benar-benar dapat diselesaikan secara adil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....