Istiqomah, Kunci Utama Menjaga Keimanan Muslim Sepanjang Hayat

  • 20 Jul 2026 08:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Istiqomah menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keimanan seorang muslim di tengah berbagai tantangan kehidupan. Hal tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Elvi Nur Ridho K., S.Ag., M.Ag. dalam program Cahyaning Ati yang disiarkan Pro 4 RRI Malang, Minggu (19/7/2026), mengangkat tema "Istiqomah dalam Menjaga Iman."

Elvi menjelaskan, istiqomah berarti teguh, lurus, dan konsisten dalam menjalankan ajaran Islam. Menurutnya, sikap tersebut tidak cukup hanya menjadi ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui amal saleh dan ketaatan kepada Allah SWT.

"Istiqomah bukan hanya sekadar diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan menjalankan perintah Allah secara konsisten. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah'," ujarnya.

Ia menambahkan, iman tidak cukup hanya diyakini dalam hati, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Hal tersebut juga dijelaskan dalam Surat Fussilat ayat 30 yang menerangkan keutamaan orang-orang yang beriman dan tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran agama.

Menurut Ustadzah Elvi, bentuk istiqomah dapat diwujudkan melalui berbagai amalan, seperti menjaga salat lima waktu, membaca Al-Qur'an secara rutin, memperbanyak ibadah, serta senantiasa menaati perintah Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa kualitas iman setiap manusia dapat mengalami pasang surut.

"Sering kali keimanan meningkat ketika menghadapi ujian atau saat Ramadan, tetapi setelah itu semangat ibadah mulai menurun. Karena itu, istiqomah menjadi kunci agar kualitas iman tetap terjaga," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa fondasi istiqomah adalah menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT. Rasa takut tersebut bukan berarti menjauh dari Allah, melainkan takut kehilangan ridha-Nya dan menyadari bahwa setiap perbuatan manusia selalu berada dalam pengawasan Allah serta dicatat oleh Malaikat Raqib dan Malaikat Atid.

Ia juga mengajak umat Islam untuk menjaga hubungan baik dengan sesama melalui ukhuwah Islamiyah, berbakti kepada keluarga, peduli terhadap masyarakat dan lingkungan, serta segera bertaubat apabila melakukan kesalahan kepada Allah SWT. Sementara itu, apabila berbuat salah kepada sesama manusia, hendaknya segera meminta maaf.

Di akhir kajian, Ustadzah Elvi menyoroti pentingnya istiqomah dalam bermedia sosial. Menurutnya, setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang diterima benar sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

"Lakukan tabayun sebelum membagikan informasi. Jagalah jempol agar tidak digunakan untuk menyebarkan hoaks, membuka aib orang lain, berghibah, ataupun berprasangka buruk. Gunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan ilmu, kebaikan, dan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama," pungkasnya. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....