Cuaca Ekstrem Meluas, Malang Tingkatkan Kewaspadaan
- 05 Mar 2026 09:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini kewaspadaan cuaca ekstrem untuk seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pada periode 1–10 Maret 2026 menyusul meningkatnya aktivitas atmosfer skala regional dan global yang memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Prakirawan BMKG Juanda, Andrie Wijaya, S.Tr.Met menjelaskan dalam Dialog Malang Menyapa di Pro1 RRI Malang, kondisi ini dipengaruhi fase aktif Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase lima dengan amplitudo kuat di wilayah maritim kontinen serta diperkuat gelombang ekuatorial Rossby dan keberadaan beberapa bibit siklon tropis di selatan Indonesia. “Gangguan atmosfer ini tidak bersifat lokal, tetapi berskala luas sehingga dampaknya merata hampir di seluruh Jawa Timur,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 90S dinilai paling dominan memberi dampak tidak langsung terhadap pola hujan di Jawa karena membentuk pusat tekanan rendah yang menarik suplai uap air cukup besar hingga memicu konvergensi angin di selatan Pulau Jawa. Dalam pengamatan BMKG, intensitas hujan di Malang Raya berkisar 18–30 milimeter per jam dengan kategori sedang hingga lebat, sementara kecepatan angin mencapai 22–30 knot dan di Surabaya sempat melampaui 45 knot yang tergolong angin kencang berbahaya.
“Pertumbuhan awan Cumulonimbus meningkat signifikan, sehingga potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai terutama siang hingga malam hari,” tegas Andrie, seraya menambahkan gelombang laut selatan Jawa Timur pada 4 Maret sempat mencapai 4–6 meter sehingga nelayan diminta menunda aktivitas melaut.
Dampak kondisi tersebut mulai dirasakan di Kabupaten Malang, di mana BPBD mencatat peningkatan kejadian hidrometeorologi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut hingga tadi malam pihaknya menangani sedikitnya 12 kejadian yang tersebar di Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang, Tajinan, Dampit hingga Singosari, didominasi tanah longsor dan pohon tumbang yang menimpa rumah warga maupun akses jalan.
“Tidak ada korban jiwa, namun beberapa rumah mengalami kerusakan dan jalur sempat terganggu sehingga perlu penanganan cepat bersama TNI, Polri dan relawan,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Malang telah menetapkan status kewaspadaan bencana hingga 31 Maret 2026 dengan menyiagakan personel pos lapangan selama 24 jam serta memastikan logistik darurat dalam kondisi aman, sementara masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah rawan seperti Pujon, Ngantang, Kasembon, Singosari, Lawang dan Poncokusumo yang memiliki karakter ancaman longsor dan banjir berbeda-beda.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik tetapi tetap siaga, menunda aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem, memantau informasi resmi BMKG, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat agar penanganan bisa lebih cepat,” tegas Sadono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....