Tiga Tingkatan Orang Berpuasa

  • 18 Feb 2026 08:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Tinggal menghitung jam kita akan memasuki bulan Ramadan, kita harus tahu tingkatan orang berpuasa agar kita tahu tingkatan iman kita, hal ini dikatakan ustadz Abdul Aziz, S.Ag diacara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Rabu (18/2/2026) pagi.

“Tinggal menghitung jam kita akan memasuki bulan Ramadan tahun 2026 atau 1447 Hijriah, kita harus tahu tingkatan orang berpuasa agar kita tahu tingkatan iman kita," ujarnya.

Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa barang siapa senang atau bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

"Tetapi yang harus kita faham bukan hanya bergembira dilisan saja, tetapi harus dari hati dan benar – benar melakukan ibadah dibulan Ramadan dengan sungguh – sungguh.” Katanya.

Pembicara dari Yayasan Yatim Mandiri ini lebih lanjut menjelaskan tingkatan orang berpuasa.

“Sebagai orang Islam kita pasti sudah menjalankan ibadah – ibadah di bulan Ramadan utamanya puasa, tapi kita harus sadari kita dalam tingkatan apa kita menjalan ibadah puasa ini. Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, terdapat tiga tingkatan orang yang berpuasa.

1. Puasa Umum (Shaumul Umum) .Tingkatan terendah yang dilakukan oleh orang awam. Fokus utamanya hanyalah menahan diri dari lapar, haus, dan kebutuhan syahwat mulai dari fajar hingga terbenam matahari sesuai syariat.

2. Puasa Khusus (Shaumul Khusus). Tingkatan orang-orang saleh (khawas). Selain menahan lapar dan haus, mereka juga menahan seluruh anggota tubuh (seperti mata, telinga, lidah, tangan, dan kaki) dari segala bentuk perbuatan dosa atau maksiat.

3. Puasa Sangat Khusus (Shaumul Khususil Khusus), tingkatan tertinggi, yaitu puasanya para Nabi, Rasul, dan Muqarrabin. Pada level ini, seseorang tidak hanya menjaga fisik dan anggota tubuh, tetapi juga menjaga hati dan pikiran dari keinginan duniawi serta hal-hal negatif lainnya, dengan sepenuhnya memfokuskan diri kepada Allah.

Dalam penutupnya beliau kembali mengingatkan kita agar kita mengetahui dalam tingkatan yang mana ibadah puasa kita, agar mendapatkan rida dan ampunan Allah, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....