Puasa Intermiten dan Makan Tradisional Sama Mampu Turunkan Berat Badan

  • 16 Feb 2026 14:07 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Metode makan dengan intermiten fasting atau puasa intermiten banyak dibicarakan orang. Pola makan ini populer di kalangan meraka yang ingin hidup lebih sehat atau menurunkan berat badan. Metode ini menawarkan cara sederhana dalam mengatur pola makan.

Dilansir dari Medical Daily, Senin (16/2/2026) metode puasa intermiten ini tidak berfokus pada makanan yang dimakan melainkan kapan harus makan.

Beberapa versi populer yang ada seperti metode 16:8 (16 jam puasa dan makan 8 jam), pedekatan 5:2 (5 hari makan teratur dan 2 hari makan rendah kalori per minggunya) , dan puasa selang sehari.

Makan dengan batasan waktu merupakan bentuk puasa intermiten yang dihitung berdasar jam per harinya, seringkali 8-10 jam, sisa jamnya dihabiskan untuk berpuasa semalaman. Dalam prakteknya, seseorang mungkin makan semua makanan antara pukul 10 pagi hingga 6 sore, kemudian berpuasa hingga pagi berikutnya. Sebaliknya pola makan tradisional adalah tiga kali sehari, dari sarapan, makan siang dan makan malam selama 12-15 jam.

Banyak penelitian menemukan metode puasa intermiten dan pola makan tradisional sama-sama mampu menurunkan berat badan jika total asupan kalori serupa. Puasa intermiten secara alami dapat mengurangi kalori dengan mempersempit waktu makan. Sementara pengaturan waktu makan teratur bisa menggunakan kontrol porsi dan pilihan makan untuk defisit kalori.

Studi lain menunjukkan pola tradisional dengan tiga atau lebih makanan kecil dapat sama efektifnya untuk pengelolaan berat badan selama kalori keseluruhan dan kualitas makanan sesuai. Pola yang paling efektif bergantung pada metode mana yang dapat diikuti secara konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....