Kisah hari Valentine: Dibalik Cahaya Ada Cinta
- 15 Feb 2026 18:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dalam acara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, ustadz Nur Kholis , SE menceritakan kisah memilukan di hari Valentine.
Tokohnya adalah pasangan lanjut usia, Penny Jackson, 66 tahun, dan suaminya David Jackson, 78 tahun. Mereka bukan pasangan muda yang baru mengenal cinta, tetapi pasangan yang telah melewati banyak musim kehidupan bersama. Malam itu anak mereka mengirimkan makanan untuk dirayakan bersama. Namun sesuatu yang tampak sepele menjadi pemicu pertengkaran.
"David memilih memakan bubble and squeak, makanan sederhana dari sisa hidangan, di malam yang dianggap spesial oleh sang istri," Katanya, Minggu (15/2/2026).
Bagi Penny, hal itu terasa seperti ketidakpedulian. Perdebatan kecil berubah menjadi pertengkaran besar. Emosi mengalahkan akal. Kata-kata menjadi tajam. Hingga akhirnya, dalam ledakan amarah, sang istri mengambil pisau dan menikam suaminya tiga kali. Luka itu mengakhiri hidup seorang pria yang telah menjadi pendampingnya selama puluhan tahun.
Yang membuat peristiwa ini semakin mencekam adalah rekaman panggilan darurat ke nomor 999. Dalam rekaman itu, suara Penny terdengar tenang ketika mengakui perbuatannya. Tidak ada histeris, tidak ada tangisan, hanya pengakuan dingin yang membuat banyak orang merinding. Rekaman itu viral. Dunia terkejut.
"Bagaimana mungkin cinta yang telah puluhan tahun terjalin berubah menjadi tragedi, hanya karena perkara yang tampaknya kecil?.” Lanjutnya.
Beliau meneruskan bahwa kisah ini menjadi pengingat bahwa kekerasan tidak selalu lahir dari persoalan besar. Ia sering tumbuh dari akumulasi kekecewaan, komunikasi yang gagal, dan emosi yang tidak dikelola. Di hari yang seharusnya menjadi simbol kasih sayang, justru terjadi kehilangan yang tak bisa diperbaiki.
Di sinilah kita memahami tema kita hari ini: “Dibalik Cahaya Ada Cinta.” Namun cinta yang seperti apa? Cinta yang dibimbing oleh cahaya iman, atau cinta yang dikuasai gelapnya hawa nafsu?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Az-Zariyat ayat 56: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” Ayat ini menegaskan bahwa seluruh aspek kehidupan kita, termasuk cinta, harus berada dalam koridor ibadah. Cinta bukan sekadar perasaan. Ia harus menjadi jalan mendekat kepada Allah, bukan menjauh dari-Nya. "Tema kita juga menegaskan satu kalimat penting: “Cinta itu tidak perlu pembenaran.” Cinta yang benar tidak sibuk mencari alasan. Jika cinta itu halal, ia menghadirkan ketenangan. Jika cinta itu haram, ia selalu mencari dalih dan pembelaan," imbuh ustadz Nur Cholis.
Hari Valentine sering dijadikan simbol cinta oleh sebagian orang. Namun dalam Islam tidak ada dalil yang mengajarkan perayaan tersebut. Bahkan para ulama mengingatkan agar kaum muslimin tidak meniru tradisi yang tidak berasal dari ajaran Islam, terlebih jika membuka pintu maksiat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap umat memiliki ujian, dan ujian umat ini adalah syahwat. Ketika Valentine dijadikan alasan untuk pacaran, berduaan, bersentuhan, atau mendekati zina, di situlah batas-batas Allah mulai dilanggar. Padahal Allah bukan hanya melarang zina, tetapi juga melarang segala hal yang mendekatinya.
Sering kita mendengar kalimat, “Kami tidak berbuat apa-apa, hanya saling mencintai.” Namun niat baik tidak pernah menghalalkan cara yang salah. Islam tidak menolak cinta. Islam memuliakan cinta dengan akad, dengan tanggung jawab, dan dengan keberkahan.
| Baca juga: Keimanan Diuji oleh Hal yang Tampak Sepele |
Cinta sejati menurut Islam adalah cinta yang menjaga pandangan, menahan diri, dan bersabar menunggu jalan yang halal. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah, dan demikian pula lelaki shalih. Artinya, cinta yang diberkahi bukan cinta yang dipamerkan sehari dalam setahun, tetapi cinta yang dibangun di atas iman dan takwa setiap hari.
Bagi para orang tua, inilah momen untuk membimbing anak-anak kita. Jelaskan bahwa tidak semua yang ramai dirayakan itu benar. Tanamkan bahwa cinta yang diridhai Allah akan membawa cahaya dalam hidup, bukan penyesalan.
Bagi para pemuda dan pemudi, ingatlah bahwa jodoh tidak akan tertukar. Jika dia memang ditakdirkan untukmu, ia akan datang melalui jalan yang halal. Tidak perlu tergesa-gesa. Cinta yang sabar jauh lebih indah daripada cinta yang melanggar batas.
Dalam penutupnya beliau kembali mengingatkan bahwa cinta tanpa pengendalian diri bisa berubah menjadi kegelapan. Namun cinta yang dibimbing oleh iman akan melahirkan cahaya. Cahaya ketenangan. Cahaya keberkahan. Cahaya rumah tangga yang sakinah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....