KALIKU Ajak Warga Kembali Peduli dan Menjaga Sungai

  • 06 Okt 2026 08:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Komunitas KALIKU mengajak masyarakat kembali peduli dan menjaga sungai sebagai bagian penting dari kehidupan. Komunitas yang terbentuk pada 2019 ini berangkat dari kesadaran masyarakat terhadap kondisi sungai yang mulai mengalami berbagai persoalan, terutama sampah dan perubahan fungsi kawasan di sekitar sungai.

Aktivis KALIKU, Sugeng, mengatakan gagasan pembentukan komunitas bermula dari kondisi sungai di sekitar kampungnya di Pakisaji. Di belakang sebuah masjid yang dahulu terdapat sungai dan dimanfaatkan untuk berwudu, kondisi sungai kemudian berubah. “Dulu buat wudhu, tapi sekarang malah jadi tempat pembuangan sampah. Perlu diperbaiki dan dibuat bagus,” kata Sugeng kepada RRI Malang, Selasa (6/10/2026). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu masyarakat untuk bergerak.

Bagi Sugeng, sungai tidak sekadar aliran air, tetapi memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat dan makhluk hidup. “Sungai itu peradaban bagi kehidupan semua makhluk,” ujarnya. Ia menambahkan, ketika perubahan kondisi sungai bergerak ke arah negatif, keberadaan komunitas seperti KALIKU dibutuhkan untuk ikut mengontrol sekaligus mengajak masyarakat kembali memiliki kepedulian terhadap sungai.

Kegiatan KALIKU kemudian berkembang melalui berbagai aktivitas, termasuk susur sungai dan ekspedisi Sungai Brantas serta Sungai Bango. Tidak hanya di Malang, kegiatan komunitas juga dilakukan di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Dari kegiatan lapangan tersebut, persoalan sampah dan alih fungsi sempadan menjadi perhatian. “Banyak TPS ilegal dibuang di lereng sungai. Kemudian juga ada alih fungsi di sempadan,” ungkap Sugeng.

Sugeng menilai kawasan sempadan perlu dipertahankan karena memiliki fungsi penting, termasuk sebagai jalur inspeksi ketika terjadi bencana. “Kalau ada bencana, pemerintah bisa akses ke titik yang terjadi bencana dengan cepat,” katanya. Ia mendorong pemerintah dan masyarakat memaksimalkan kawasan sempadan yang belum berubah melalui penanaman dengan konsep tematik yang juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Melalui semangat “KALIKU YO KALIMU”, komunitas tersebut ingin membangun kembali rasa memiliki masyarakat terhadap sungai. Menurut Sugeng, upaya menjaga sungai membutuhkan kontribusi bersama agar sungai tidak terus menjadi tempat terakhir untuk membuang sampah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....