AI Jadi Tantangan Sekaligus Peluang bagi Content Writer
- 03 Okt 2026 14:55 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence atau AI turut mengubah dunia penulisan digital. Kehadiran teknologi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi content writer, namun pada saat yang sama juga membuka peluang pekerjaan baru yang tetap membutuhkan kemampuan manusia.
Freelance content writer Anisah Meidayanti mengatakan, salah satu persoalan dari tulisan yang dihasilkan AI adalah gaya bahasa yang cenderung terasa seragam dan kurang memiliki sentuhan manusia. Kondisi tersebut membuat kemampuan penulis untuk mengolah kembali tulisan tetap dibutuhkan.
"AI tidak selalu harus dipandang sebagai pesaing bagi penulis. Teknologi tersebut justru dapat dimanfaatkan untuk membantu proses menemukan ide, melakukan brainstorming, maupun mendukung pekerjaan tertentu yang berkaitan dengan bahasa," jelas Anisah saat dikonfirmasi RRI, Sabtu (3/10/2026).
Ia mencontohkan, meningkatnya penggunaan AI juga memunculkan kebutuhan terhadap pekerja yang dapat membantu menyesuaikan bahasa keluaran AI agar lebih natural dan sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan kemampuan memahami bahasa sekaligus menulis secara kontekstual.
“Bahasa-bahasa AI yang terlalu template dan robotik itu butuh dimanusiakan. Nah, pentingnya manusia bekerja di situ,” ujarnya.
Anisah menyebut pekerjaan yang berkaitan dengan pelatihan AI juga membutuhkan kemampuan menulis. Selain itu, content writer masih dapat mengambil peran ketika seseorang atau sebuah perusahaan memiliki ide, tetapi mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide tersebut melalui bahasa yang tepat.
Di sisi lain, Anisah menilai kemampuan riset tetap menjadi bagian penting dalam profesi content writer. Meskipun tidak selalu melakukan peliputan langsung seperti jurnalis, content writer tetap membutuhkan data dan sumber untuk memperkuat tulisan yang dibuat.
Anisah juga menyampaikan bahwa AI dapat digunakan sebagai teman berdiskusi ketika penulis mengalami kebuntuan ide. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk melakukan brainstorming, sementara proses pengolahan ide menjadi tulisan tetap membutuhkan kemampuan penulis.
Ia menilai unsur manusia masih memiliki peran dalam menghasilkan tulisan yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan pembaca. Karena itu, perkembangan AI tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka ruang bagi penulis untuk beradaptasi dengan teknologi.
Anisah mengajak calon content writer untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti belajar. Menurutnya, menulis bukan hanya keterampilan untuk menghasilkan karya, tetapi juga menjadi proses memahami cara berpikir dan berkomunikasi.
“Menulis itu bisa jadi cara kamu untuk melihat dirimu,” ujar Anisah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....