PMI Malang Perkuat Layanan Kedaruratan dan Kesiapsiagaan

  • 20 Sep 2026 11:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang terus memperkuat peran Unit Markas dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Tidak hanya menangani kondisi kedaruratan akibat kecelakaan, Unit Markas juga terlibat dalam penanganan kebencanaan, layanan ambulans, hingga dukungan psikologis bagi masyarakat yang terdampak situasi darurat.

Ketua PMI Kota Malang, Drs. Imam Buchori, M.Si., mengatakan pelayanan Unit Markas menjadi salah satu bagian penting dari kehadiran PMI di tengah masyarakat. Sepanjang 2025, Unit Markas PMI Kota Malang mencatat sebanyak 1.458 layanan. Pelayanan tersebut mencakup respons kedaruratan, penanganan kecelakaan, kebencanaan serta dukungan fasilitas ambulans. “Tidak hanya untuk kedaruratan, tetapi juga ada kebencanaan, kecelakaan, dan fasilitas ambulans,” ujar Imam kepada RRI Malang pada Selasa (15/9/2026).

Keterlibatan PMI dalam penanganan bencana juga dilakukan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat di luar wilayah Kota Malang. Salah satunya saat terjadi gempa di Nusa Tenggara Timur, PMI Kota Malang mengirimkan satu dokter dan dua perawat untuk membantu penanganan di lokasi. Tim tersebut baru kembali pada 9 September. Selain respons bencana, PMI Kota Malang juga turut memberikan dukungan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan kekeringan di Kabupaten Malang.

Imam menjelaskan bahwa penanganan kondisi darurat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik korban. Aspek psikologis, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban bencana, juga menjadi perhatian PMI. Karena itu, PMI Kota Malang memiliki klinik yang menyediakan layanan kesehatan, termasuk poli umum, poli gigi, layanan psikologi dan pelayanan melalui BPJS. PMI juga menjalankan edukasi psikologi serta bimbingan konseling di sekitar 30 sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA di Kota Malang.

Sementara itu, Kasi Diklat PMI Kota Malang sekaligus Ketua Panitia HUT PMI, M. Zamroni Erwan, S.Si., mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian yang terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan. Pelatihan PMI terbuka bagi masyarakat umum, sekolah, perguruan tinggi maupun instansi, dengan materi antara lain pertolongan pertama, satuan aman bencana dan emergency response plan. “Semua bisa mengikuti, biasanya materinya tentang pertolongan pertama, satuan aman bencana, dan emergency response plan,” kata Zamroni.

Pembinaan kesiapsiagaan juga dilakukan sejak usia sekolah melalui Palang Merah Remaja (PMR), mulai PMR Mula di tingkat SD, PMR Madya di SMP hingga PMR Wira di SMA. Sementara di perguruan tinggi, PMI membina Korps Sukarela (KSR) yang saat ini melibatkan 19 perguruan tinggi. Pelatihan juga diberikan kepada kru dan pengemudi ambulans agar memahami penanganan awal korban, termasuk cara memindahkan korban dengan benar dan tidak mengangkat korban secara sembarangan. Melalui penguatan layanan Unit Markas dan peningkatan kapasitas masyarakat tersebut, PMI Kota Malang mendorong semangat “Peduli, Bergerak, Bersama” tidak hanya menjadi tema HUT PMI, tetapi diwujudkan dalam kesiapan membantu sesama ketika kondisi darurat terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....