Linksos Dorong Posyandu Disabilitas dan Pemberdayaan Keluarga Penyandang CP

  • 07 Jun 2026 16:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan bagi penyandang cerebral palsy (CP) dan keluarganya. Pengembangan tersebut mulai dari kegiatan ekonomi produktif hingga penguatan layanan berbasis masyarakat melalui Posyandu Disabilitas.

Founder Linksos, Ken Kerta, menjelaskan bahwa selama ini banyak keluarga penyandang CP menghadapi keterbatasan dalam mengakses terapi, pendidikan, maupun kegiatan sosial. Karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan solusi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Ruang Tumbuh, yang mempertemukan orang tua dan anak-anak penyandang CP dalam berbagai aktivitas. Orang tua diajak mengikuti kegiatan produktif seperti membatik, membuat keset, dan usaha lainnya, sementara anak-anak memperoleh ruang bermain sekaligus belajar.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang membuat anak-anak CP lebih mengenal dunia luar, berinteraksi dengan orang lain, dan mendapatkan pengalaman yang selama ini sulit mereka akses,” kata Ken pada Sabtu (6/6/2026).

Selain itu, Linksos juga mengembangkan usaha sosial seperti Pawon Difabel, batik ciprat, hingga pelatihan keterampilan yang melibatkan penyandang disabilitas dan keluarganya. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sehingga kebutuhan terapi dan pendampingan anak lebih mudah terpenuhi.

Di sisi lain, Ken menilai keberadaan Posyandu Disabilitas menjadi salah satu solusi penting untuk memperluas akses layanan bagi penyandang disabilitas. Model ini mengintegrasikan dukungan dari masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, hingga dunia usaha dalam satu layanan yang lebih mudah dijangkau.

Menurutnya, beberapa Posyandu Disabilitas yang telah berjalan di Malang Raya menunjukkan hasil positif karena mampu mendekatkan layanan terapi, pemeriksaan kesehatan, serta ruang bersosialisasi bagi penyandang disabilitas.

"Linksos berharap Pemerintah Kota Malang memasukkan Posyandu Disabilitas ke dalam kamus usulan Musrenbang Tematik Disabilitas agar program tersebut dapat memperoleh dukungan yang lebih luas. Sementara di Kabupaten Malang, kami mendorong adanya kebijakan turunan yang mengatur pembiayaan dan pengelolaan Posyandu Disabilitas secara berkelanjutan," jelas Ken Kerta.

Melalui berbagai upaya tersebut, Linksos berharap penyandang cerebral palsy dan kelompok disabilitas lainnya dapat memperoleh kesempatan yang lebih setara dalam pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....