Tiga Kendala Utama Transformasi Digital UMKM

  • 10 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Transformasi digital semakin menjadi kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing usaha. Meski demikian, penerapannya masih menghadapi sejumlah hambatan yang membuat pemanfaatan teknologi belum berjalan secara optimal.

Yunida Paramita, SAB: Konsultan Bisnis dan Pendamping UMKM; Owner Anja Mukti Education, Selasa (09/10/2026), mengungkapkan bahwa tantangan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi semata. Menurutnya, terdapat beberapa faktor mendasar yang harus dibenahi agar digitalisasi dapat memberikan manfaat maksimal bagi pelaku usaha.

1. Literasi Digital Masih Rendah

Tata menilai literasi digital menjadi kendala utama yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM saat ini. Pemahaman yang terbatas membuat pelaku usaha belum mampu memanfaatkan berbagai layanan digital secara optimal untuk mendukung perkembangan bisnis.

Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi digital. Lebih dari itu, literasi digital juga berkaitan dengan pemahaman dalam mengelola transaksi dan keuangan usaha secara efektif.

2. Kualitas Jaringan Internet Belum Optimal

Selain literasi digital, kualitas jaringan internet juga menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan transformasi digital UMKM. Akses internet yang kurang stabil masih menjadi hambatan dalam menjalankan berbagai aktivitas usaha berbasis teknologi.

Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan layanan pembayaran digital maupun aplikasi pendukung usaha belum dapat dimaksimalkan. Padahal, konektivitas internet yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional bisnis digital.

3. Pencatatan Keuangan Belum Tertata

Tantangan berikutnya adalah masih rendahnya kedisiplinan pelaku usaha dalam melakukan pencatatan keuangan. Banyak UMKM yang telah menggunakan pembayaran digital, tetapi belum memanfaatkan data transaksi untuk pengelolaan usaha secara lebih baik.

Akibatnya, transaksi digital hanya digunakan sebagai alat pembayaran tanpa memberikan manfaat lebih bagi pengembangan bisnis. Tata menegaskan bahwa peningkatan literasi digital tetap menjadi kunci utama agar pelaku UMKM dapat mengoptimalkan seluruh manfaat transformasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....