Aksi Penghijauan Berkelanjutan Lintas Sektor Demi Serapan Karbon

  • 18 Sep 2026 11:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Upaya mitigasi perubahan iklim membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun nasional. Pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Malang dengan tema “Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Malang dan Skala Nasional”. Dalam dialog tersebut, salah satu upaya yang mendapat perhatian adalah gerakan penghijauan melalui penanaman ribuan bibit pohon di wilayah Malang Raya.

Aksi penanaman pohon kini dilakukan melalui skema kolaborasi terpadu lintas sektor. Tidak hanya berfokus pada proses penanaman, gerakan tersebut juga menekankan pentingnya perawatan dan pemantauan pohon agar dapat bertahan dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.

Penggiat Lingkungan dan Narasumber Nasional, Sulaiman Sulang, S.S., M.A.P., mengatakan, komitmen bersama dalam kegiatan penghijauan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca melalui pelestarian hutan Indonesia.

“Komitmen bersama ini bertujuan mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca melalui program pelestarian hutan Indonesia. Setiap kegiatan penanaman selalu disertai dengan pembagian peran yang jelas untuk merawat serta memantau pertumbuhan bibit tanaman. Pemuda Karang Taruna dilibatkan langsung sebagai penanggung jawab perawatan harian agar pohon yang ditanam tidak mati sia-sia,” jelas Sulaiman Sulang dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Malang, Jumat (17/9/2026).

Menurut Sulaiman, keberhasilan program penghijauan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah bibit yang berhasil ditanam. Keberlangsungan hidup tanaman dan pertumbuhan pohon menjadi indikator penting untuk melihat dampak nyata dari kegiatan tersebut terhadap lingkungan.

Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam memberikan dukungan berbasis ilmu pengetahuan. Para akademisi dapat membantu melakukan pengukuran dan pemantauan terhadap keberhasilan pertumbuhan tanaman serta potensi serapan karbon.

“Data keberhasilan tumbuh serta potensi serapan karbon tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bentuk transparansi laporan kegiatan kepada publik. Kerja sama erat ini membuktikan bahwa gerakan peduli lingkungan dapat dikelola secara profesional dan terukur hasilnya,” ujarnya.

Keterlibatan akademisi sekaligus memberikan dasar ilmiah terhadap program penghijauan yang dilakukan. Data mengenai pertumbuhan pohon dan potensi serapan karbon dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Selain pemerintah dan perguruan tinggi, sektor swasta juga turut berperan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dukungan tersebut dapat membantu memperkuat pendanaan kegiatan sekaligus memastikan ketersediaan bibit tanaman yang berkualitas.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas kegiatan penghijauan, khususnya di wilayah yang membutuhkan pemulihan lingkungan. Penanaman pohon juga tidak hanya memberikan manfaat dalam konteks penyerapan karbon, tetapi dapat membantu menjaga ekosistem dan ketersediaan air bagi masyarakat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penghijauan dapat merasakan manfaat dari keberadaan pohon-pohon yang tumbuh dan mulai rindang. Pepohonan memiliki fungsi ekologis, antara lain membantu menjaga kondisi tanah dan ketersediaan air tanah di sekitar kawasan permukiman.

Melalui Dialog Kentongan Pro 1 RRI Malang, isu mitigasi perubahan iklim kembali menjadi perhatian publik. Upaya menghadapi perubahan iklim dinilai membutuhkan konsistensi dan keterlibatan masyarakat secara luas, sehingga aksi lingkungan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan, pemantauan, serta evaluasi secara berkelanjutan.

Gerakan penghijauan di Malang Raya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat, aksi mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....