Blitar Jadi yang Tertinggi Nasional, 213 Koperasi Merah Putih Rampung 100 Persen

  • 20 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kabupaten dan Kota Blitar menjadi daerah dengan progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tertinggi secara nasional. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 213 titik koperasi telah berdiri dan rampung 100 persen.

Komandan Kodim 0808/ Blitar, Letkol Inf. Virlani Arudyawan mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari percepatan koordinasi lintas sektor sejak awal program dijalankan.

“Kita semua berpegang teguh pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 terkait percepatan pembangunan KDKMP. Visi kita sama mulai dari Kodim, Pemda, Pemkot sampai pemerintah desa,” kata Virlani dalam program Halo RRI di RRI Malang, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurutnya, strategi percepatan dilakukan dengan mengumpulkan para pejabat daerah dan perangkat desa untuk diberikan pemahaman langsung mengenai konsep koperasi tersebut.

Bahkan, jajaran kepala desa dan camat diajak langsung ke Klaten untuk melihat model koperasi yang telah berjalan.

“Saya ajak melihat langsung bagaimana KDKMP berdiri. Itu memberi motivasi besar kepada kepala desa dan perangkatnya,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan pembangunan koperasi tidak lepas dari kuatnya budaya gotong royong masyarakat desa di Blitar.

“Memang benar-benar nyata bahwa ketika Indonesia bergotong royong, hal besar bisa diwujudkan,” katanya.

Virlani menjelaskan penentuan lokasi pembangunan koperasi dilakukan melalui musyawarah desa dengan mempertimbangkan arah pengembangan wilayah di masa depan yang menjadi dasar memilih titik strategis.

Dari total pembangunan tersebut, sebanyak 85 titik koperasi di Blitar telah diresmikan Presiden pada 16 Mei 2026 lalu. Namun demikian, koperasi belum seluruhnya dibuka untuk operasional karena masih dalam tahap penyiapan sistem dan pendataan barang.

“Kita tidak mau tergesa-gesa. Semua harus siap agar saat dibuka benar-benar bisa melayani masyarakat dengan baik,” terang Virlani.

Ia memastikan KDKMP nantinya tidak hanya menjadi pusat penjualan kebutuhan pokok murah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....