Ubah Budaya Hijau Ribuan Mahasiswa, UB Utamakan Edukasi Sebaya

  • 18 Sep 2026 11:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Membangun fasilitas fisik ramah lingkungan terbukti jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengubah kebiasaan harian puluhan ribu mahasiswa di kampus. Universitas Brawijaya kini menghadapi tantangan besar dalam membudayakan gaya hidup hijau bagi seluruh civitas akademika di lingkungan universitas.

“Siklus kelulusan mahasiswa yang terjadi setiap tahun membuat upaya pembentukan kesadaran lingkungan harus terus bergulir tanpa pernah berhenti. Menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya harian mahasiswa adalah tantangan besar yang membutuhkan edukasi serta pengadaan fasilitas berkelanjutan,” kata Prof. Sri Suhartini, S.TP., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert, IPM - Kepala UPT UB Green Campus, dalam Program Green Radio di Pro 1 Malang, Jum’at (17/09/2026).

Langkah awal untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan dengan mewajibkan modul materi keberlanjutan bagi seluruh mahasiswa baru saat masa orientasi. Program edukasi awal ini dirancang agar setiap mahasiswa memahami visi kampus hijau sejak pertama kali melangkah di area kampus.

“Selain pembekalan materi formal, pihak pengelola kampus juga merangkul Duta Kampus Lestari yang dipilih langsung dari kalangan mahasiswa aktif. Duta kampus berasal dari mahasiswa agar mereka tahu cara berkomunikasi yang tepat untuk merangkul kawan sebayanya,” imbuhnya.

Pendekatan komunikasi antarsebaya ini dinilai sangat efektif dalam menyampaikan narasi edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar. Para duta kampus aktif mengampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik melalui berbagai konten kreatif di media sosial maupun kegiatan lapangan.

“Tantangan pembentukan budaya ini juga mencakup kebiasaan dasar civitas akademika dalam menghemat penggunaan energi listrik serta air secara efisien. UPT UB Green Campus terus mengimbau mahasiswa agar selalu mematikan alat elektronik dan mencabut pengisi daya komputer setelah selesai digunakan,” ungkapnya.

Untuk mendukung perubahan perilaku tersebut, UB secara bertahap terus melengkapi keberadaan tempat sampah terpilah di seluruh area fakultas. Fasilitas fisik yang memadai diharapkan mampu memicu kesadaran civitas akademika untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....